Polres Lombok Utara Gelar Panen Raya Jagung Serentak
- 09 Jun 2025 15:07 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Polres Lombok Utara menggelar kegiatan Panen Raya Jagung Serentak se-Indonesia pada Kamis (5/6/2025), yang dipusatkan di lahan pertanian Mapolsek Gangga, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring melalui Zoom Meeting dari Kalimantan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Utara, unsur TNI-Polri, perwakilan pemerintah daerah, serta para petani setempat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari para petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, hingga dukungan dari TNI dan Polri.
“Panen raya ini merupakan bentuk nyata keberhasilan dan kerja keras kita bersama. Ini adalah bagian dari dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia Asta Cita, khususnya dalam bidang ketahanan dan swasembada pangan,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian pasca-panen. Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada aspek pengolahan, distribusi, dan peningkatan nilai ekonomi bagi petani.
“Kami mendorong penguatan peran kementerian berbasis desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian modern, berkelanjutan, serta memberikan jaminan harga dan masa depan yang lebih baik bagi petani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Tresna Hadi, yang hadir mewakili Bupati Lombok Utara, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan panen raya ini.
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen jagung kuartal dua bersama di wilayah Polsek Gangga. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa panen jagung di Lombok Utara telah memasuki fase akhir, dengan puncaknya terjadi pada Mei. Namun demikian, sejumlah kendala masih dihadapi petani, terutama terkait rendahnya harga jual dan syarat kadar air oleh Bulog.
“Harga yang diterima petani dari pengepul hanya sekitar Rp5.000 per kilogram, karena Bulog tidak membeli langsung dari petani akibat kadar air jagung yang belum mencapai 14 persen. Begitu juga gabah, harga di sawah dan di pinggir jalan bisa berbeda karena biaya angkut yang tinggi,” paparnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....