Wabup Kusmalahadi Pimpin Upacara Hardiknas 2025 di KLU, Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Akses Pendidikan
- 11 Mei 2025 19:23 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menjadi Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang digelar di Halaman Kantor Bupati, Kamis (2/5). Upacara tersebut turut dihadiri Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., Sekretaris Daerah Anding Duwi Cahyadi, S.STP., MM., jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, Kepala Instansi Vertikal, Ketua GOW KLU RR. Pungky Kusmalahadi, pimpinan organisasi wanita lainnya, serta undangan dari seluruh elemen pemerintahan.
Peserta upacara meliputi ASN dan non-ASN di lingkungan Pemda KLU, serta perwakilan siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMA di sekitar Kompleks Kantor Bupati.
Dalam amanatnya, Wabup Kusmalahadi membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, menekankan bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap amanat konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Peringatan Hardiknas merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen dan semangat untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan, tanpa diskriminasi berdasarkan agama, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, fisik, atau domisili.
"Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam setiap insan, baik sebagai pribadi maupun warga negara," imbuhnya.
Wabup turut menyoroti rendahnya tingkat pendidikan di KLU. Berdasarkan data BPS, hanya 7,36 persen penduduk dewasa di Lombok Utara yang memiliki ijazah perguruan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah tengah mengupayakan pendirian perguruan tinggi di KLU guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari dimensi pendidikan. Harapan lama sekolah yang saat ini tercatat 13,02 tahun diharapkan meningkat.
"Kita ingin mempermudah akses pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi, ini juga bagian dari upaya menekan angka pernikahan dini di bawah usia 19 tahun," jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa data pendidikan bukan hanya angka statistik, tetapi berakar pada persoalan lain seperti tingginya angka stunting. Pendidikan yang rendah, menurutnya, mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi, imunisasi, dan sanitasi.
"Kepada seluruh pendidik, teruslah menyalakan cahaya. Kepada para orang tua, dampingilah anak-anak dengan kasih dan keteladanan. Dan kepada pemimpin desa serta tokoh masyarakat, jadikan pendidikan sebagai arus utama dalam pembangunan," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Pemda KLU juga menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa SMALB berprestasi, guru berprestasi, tokoh masyarakat yang peduli pendidikan, serta sertifikat pendidik pada PPD piloting 3 tahun 2024.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program penanggulangan angka putus sekolah, seluruh kepala desa se-KLU turut membacakan ikrar dan komitmen dalam mendukung Program Pemda terkait Samber Drop Out.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....