Warga Desak Gubernur NTB Hentikan Pembalakan Hutan di Bima

  • 23 Mar 2025 09:07 WIB
  •  Mataram

KBRN, Bima: Masyarakat Kecamatan Nanga Wera, Kabupaten Bima, mendesak Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal untuk segera menghentikan aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan setempat. Pasalnya, sekitar 106 hektare hutan pemerintah telah dibabat oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang diduga menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.

Ahmad, salah satu warga Nanga Wera, mengungkapkan bahwa masyarakat bersama pemerintah kabupaten/kota telah melakukan penandatanganan petisi guna menghentikan segala bentuk pembalakan liar. Petisi ini, menurutnya, merupakan bentuk perlawanan warga terhadap kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat bertemu dan berdialog dengan warga yang terdampak banjir di Kecamatan Nanga Wera, Kabupaten Bima. (Foto: RRI/Biro Adpim)

"Kami sudah membuat petisi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Semua warga sepakat untuk menolak pembalakan hutan setelah kejadian banjir di Wera," ujar Ahmad saat menerima kunjungan Gubernur NTB, Sabtu (22/3/2025).

Selain menuntut penghentian pembalakan liar, warga juga meminta Gubernur NTB segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi sumber banjir yang terus melanda desa mereka. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembentukan pos penjagaan hutan dengan melibatkan Polisi Hutan, TNI, dan Polri di setiap wilayah yang rawan illegal logging.

“Kami berharap tidak ada lagi proses pembalakan hutan. Kami juga meminta kepada Gubernur NTB agar membentuk pos penjagaan di setiap hutan yang rawan pembalakan ilegal,” tegas Ahmad.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya upaya mitigasi bencana jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ia berjanji akan menindaklanjuti keluhan masyarakat dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini.

“Saya hadir di sini untuk mendengarkan keluhan, masukan, serta saran dari bapak ibu terkait penanganan situasi ini. Banjir akan terus terjadi jika masalah di hulu tidak segera kita selesaikan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....