Gubernur Iqbal Minta Dukungan Komisi VIII DPR RI Selesaikan Kemiskinan di NTB

  • 21 Mar 2025 14:25 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal meminta dukungan ke Komisi VIII DPR RI untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di daerah ini. Hal tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Universitas Al Azhar (Unizar) Mataram dalam rangka pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan penyaluran bantuan sosial, Jumat (21/3/2025).

Gubernur mengatakan, Pemprov NTB saat ini fokus pada upaya pengentasan kemiskinan sebagai solusi terhadap berbagai persoalan sosial. “Akar masalah dari persoalan sosial adalah kemiskinan, karenanya dengan kedatangan Komisi VIII diharapkan bisa mendukung program pengentasan kemiskinan di NTB,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrabnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Universitas Al Azhar (Unizar) Mataram, Jumat (21/3/2025). (Foto: RRI/Biro Adpim)

Selain itu, Miq Iqbal juga menyoroti isu lingkungan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait bencana banjir akibat penanaman jagung di wilayah hulu. Ia menegaskan perlunya kebijakan strategis dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ketua Tim Rombongan Komisi VIII DPR RI, Dr. Ir. H. Nanang Samodra, K.A., M.Sc., menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dari pemerintah daerah dan pihak kampus. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pengelolaan dan manajemen perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Al Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP., menyambut baik kunjungan rombongan Komisi VIII DPR RI. Ia menyebutkan bahwa kehadiran mereka merupakan berkah bagi kampus yang terus berkembang menjadi ruang akademik inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.

“Saat ini, Unizar memiliki tujuh fakultas dan 12 program studi dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 3.000 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Komisi VIII DPR RI merupakan mitra strategis bagi perguruan tinggi Islam, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....