Abdul Hadi Koordinasi Mitra Komisi V Tangani Banjir Lombok
- 10 Feb 2025 20:54 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Hujan deras yang disertai angin kencang yang mengguyur Pulau Lombok pada hari Senin (10/2/2025), mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Sebagai respons cepat terhadap bencana ini, Abdul Hadi, Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKS Dapil NTB 2 (Pulau Lombok), segera berkoordinasi dengan mitra kerja Komisi V, termasuk Badan SAR Nasional (Basarnas), untuk mempercepat penanganan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas untuk segera bergerak dalam membantu warga yang terdampak. Selain itu, Komisi V yang membidangi sektor infrastruktur akan terus berupaya untuk menangani masalah ini bersama dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Abdul Hadi di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta dalam siaran persnya.
Abdul Hadi mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang memperburuk kondisi banjir di Lombok, seperti penyempitan sungai akibat pembangunan yang tidak terkendali di sekitar aliran sungai, pembuangan sampah sembarangan, serta kurangnya pengamanan tebing sungai. Hal ini, menurutnya, berpotensi menyebabkan erosi yang dapat mengancam pemukiman warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Penyempitan sungai dan pembangunan yang tidak terkontrol di pinggiran sungai memperburuk saluran air. Selain itu, masih banyak sungai yang belum dilengkapi dengan pengaman tebing, yang menyebabkan erosi mengancam rumah-rumah warga,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat yang mewakili Pulau Lombok, Abdul Hadi juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat setempat. Ia berharap langkah-langkah yang tepat dapat segera diambil untuk mengatasi masalah ini dan mengurangi dampak bencana.
“Kami ikut berduka atas musibah yang terjadi dan berharap warga yang terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran. Saya akan segera turun ke lokasi setelah selesai menjalankan tugas di Jakarta,” ucap Abdul Hadi.
Lebih lanjut, Abdul Hadi mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat—untuk bersinergi dalam menangani bencana ini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
“Semua pihak harus saling bekerja sama dalam menangani bencana ini. Penanganan darurat harus segera dilakukan, namun solusi jangka panjang juga harus dipikirkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan,” tutup Abdul Hadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....