Pengantin, Simbol Tradisi Nyongkolan Suku Sasak
- 27 Des 2024 08:04 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tradisi Nyongkolan merupakan salah satu rangkaian adat dalam pernikahan masyarakat Suku Sasak, yang berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengantin dalam tradisi Suku Sasak memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam tradisi Nyongkolan.
Menurut Lalu Supardi, seorang warga Kota Mataram, Pengantin dianggap sebagai simbol penyatuan dua keluarga atau dua suku yang berbeda. Pada acara Nyongkolan, pengantin akan diarak menuju rumah pengantin wanita dengan diiringi oleh berbagai keseniaan dari Suku Sasak seperti musik tradisional yang khas untuk mengiringi perjalanan sang pengantin.
Setibanya di rumah pengantin wanita, prosesi ini dilanjutkan dengan acara penyambutan yang meriah. Biasanya, pengantin pria dan rombongan akan diminta untuk melaksanakan beberapa ritual adat, yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan bagi kedua mempelai.
Pakaian yang dikenakan oleh pengantin Sasak pun, kaya akan detail dan simbolisme, juga menggambarkan status sosial, kebanggaan budaya, dan identitas mereka.
Pengantin wanita biasanya mengenakan kebaya tradisional khas Suku Sasak yang dikombinasikan dengan bawahan kain songket, serta aksesoris seperti kalung, gelang, dan anting-anting yang terbuat dari emas atau perak. Sementara pengantin pria biasanya memakai pakaian adat berupa baju khas, beserta ikat kepala (sapuq) dan kain songket yang menambah kesan kehormatan.
Selain sebagai bagian dari rangkaian pernikahan, Nyongkolan juga menjadi ajang pertemuan bagi keluarga besar kedua belah pihak. Selama acara, seringkali terjadi interaksi antara keluarga dan tetangga yang hadir, yang kemudian mempererat hubungan sosial.
Dalam budaya Sasak, keberhasilan pernikahan tidak hanya bergantung pada kedua mempelai, tetapi juga pada dukungan dan doa restu dari keluarga dan masyarakat sekitar.
Pengantin dalam acara Nyongkolan merupakan figur utama yang sangat penting dalam budaya Sasak, yang berperan tidak hanya sebagai pasangan dalam pernikahan, tetapi juga sebagai simbol penyatuan dua keluarga atau dua suku.
Pakaian adat yang dikenakan oleh pengantin memiliki makna, yang mencerminkan nilai-nilai budaya, spiritualitas, serta harapan-harapan untuk kehidupan yang harmonis dan bahagia. Acara Nyongkolan bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga merupakan tradisi yang memperkuat ikatan sosial dan keluarga, serta menjaga kelestarian budaya Suku Sasak dari generasi ke generasi. (RRI/Lalu sajadi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....