Wanita 20 Tahun Terseret Arus Saat Berfoto di Pantai Semeti
- 19 Des 2024 18:42 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Tengah: Wanita Usia 20 Tahun bernama Merlin tewas setelah terseret arus di Pantai Semeti, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Kamis (19/12/2024). Korban diketahui merupakan warga Dusun Gantang, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut Lombok Tengah.
Korban diketahui telah berhasil dievakuasi oleh masyarakat Desa Selong Belanak bersama bhabinkamtibmas setempat. Basarnas Pos Kuta diketahui juga sempat membantu melakukan evakuasi terhadap korban.
Kepala desa Mekar Sari Lalu Yahya mengatakan, kawasan Pantai Semeti memang kawasan yang berbahaya karena arus gelombang tinggi yang sering terjadi secara tiba-tiba.
"Memang disitu kawasan berbahaya, tapi jika ada orang yang kesitu ada penjaga namanya Amaq Saumin yang memperingatkan agar jangan main kesini. Dia rumahnya disana, tapi anak-anak ini kadang-kadang ndak mau dilarang," jelas Lalu Yahya.
Lalu Yahya mengungkapkan, awalnya memang korban bersama empat orang teman. Mereka membawa dua sepeda motor, masing-masing boncengan.
"Mereka bersantai kesana. Mereka duduk di atas batu foto-fotoan menurut informasi yang saya terima. Karena foto membelakangi laut sehingga tidak melihat air yang naik itu. Karena membelakangi, keasikan berfoto akhirnya diambillah (diseret) sama air itu," jelas Lalu Yahya.
Lalu Yahya menyebutkan, gelombang tinggi di Pantai Semeti ada hitungannya. Hitungan besar terjadi pada hitungan kesembilan.
Pihaknya memprediksi korban datang berfoto ke pantai Semeti hitungan ketujuh sehingga arus pada hitungan ke delapan dan kesembilan sudah sangat besar arusnya.
"Makanya kalau tadi sekedar berfoto pada arus hitungan kedua atau ketiga masih ada waktu untuk ke pinggir. Jadi kalau saya lihat fotonya, memang sangat dekat sekali dengan ombak yang besar itu," jelas Lalu Yahya.
Lalu Yahya menyebutkan, sejatinya kalau sudah terseret arus sangat sulit ditemukan bahkan butuh waktu berhari-hari hingga akhirnya ditemukan.
Namun beruntung arus sudah tidak keras sehingga masih bisa berada dipermukaan. Korban juga berada di antara dua batu sehingga membantu evakuasi.
Lalu Yahya menegaskan, pihaknya sering memasang bendera merah di Pantai Semeti bahwa di lokasi tersebut.
"Ada tiga empat titik disana yang berbahaya. Tapi sekarang memang karena sudah lama dan hilang dan ada juga yang usil mencabut dan lain sebagainya. Jadi dari dulu kita peringatkan bahwa sangat berbahaya," bebernya.
"Disini bukan sekali dua kali kejadian, sangat sering. Bukan orang santai saja, orang mancing yang hilang sampai sekarang," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....