Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi NTB Dipusatkan di Lombok Timur

  • 21 Okt 2024 19:52 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Timur: Peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini dipusatkan di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Kantor Bupati Lombok Timur. Acara yang digelar pagi ini menjadi momentum penting bagi ribuan santri dan pengurus pondok pesantren yang datang dari seluruh NTB untuk memperingati peran santri dalam sejarah dan masa depan bangsa.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Sulhi, mengatakan bahwa Lombok Timur dipilih sebagai pusat peringatan Hari Santri tahun ini karena banyaknya kegiatan sukses yang telah dilaksanakan. "Lombok Timur memiliki suasana yang adem dan nyaman, sehingga sangat cocok untuk menjadi tuan rumah acara berskala provinsi seperti ini," ungkap H. Sulhi kepada RRI diruang kerjanya. Senin (21/10/2024).

Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah "Menyambung juang, merengkuh masa depan bersama kita mengabdi untuk negeri membangun masa depan Indonesia yang lebih baik". H. Sulhi menekankan pentingnya peran santri dalam membangun bangsa, tidak hanya di medan perang pada masa perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dalam dunia pendidikan dan penyebaran nilai-nilai kebaikan. "Santri adalah pahlawan yang terus menerus berperan dalam menjaga semangat kebangsaan, menanamkan nilai-nilai toleransi, dan membangun moderasi beragama di pondok pesantren," tambahnya.

Ia menilai Hari Santri Nasional menjadi momen berharga untuk menghormati dan mengapresiasi kontribusi santri dalam sejarah bangsa Indonesia, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan yang akan membangun masa depan negeri ini. Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi semua pondok pesantren untuk tetap produktif bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan dimulai dengan Apel Besar yang dihadiri oleh sekitar 850 pimpinan pondok pesantren, ribuan santri, serta tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat Forkopimda, TNI, dan Polri. Kegiatan ini menjadi simbol kekuatan dan persatuan santri dalam pembangunan bangsa. Usai Apel, dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB dan Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur sebagai pembicara. Seminar membahas berbagai isu aktual yang relevan bagi generasi santri diikuti Ketua Ponpes dan OSIS.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, sebelumnya telah dilaksanakan doa dan dzikir bersama di Pondok Pesantren Tohir Yasin pada malam Minggu. Sekitar 3.000 santri serta berbagai kalangan masyarakat turut serta dalam acara religius ini, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh berkah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....