Delapan Koleksi Bersejarah Museum Negeri NTB Akan Dipamerkan di Jeddah

  • 07 Okt 2024 16:14 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional Islamic Arts Biennale di Jeddah, Arab Saudi pada 25 Januari hingga 25 Mei 2025. Pameran ini akan berlangsung di Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulazis Jeddah yang diselenggarakan oleh Diriyah Biennale Foundation dan disponsori oleh Kerajaan Arab Saudi.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan delapan koleksi bersejarah akan dipamerkan dalam pameran tersebut. Koleksi-koleksi ini mencerminkan jejak sejarah Islam di Nusantara, khususnya di Lombok dan Sumbawa.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam. Foto: Halwi/RRI


"Beberapa koleksi yang akan dipamerkan meliputi Cipo Cila, Kitab Tajul Muluk, Kersi Togogan, Keris Gerantim, Kere Alang, Tembe Songke, dan Pekinangan, yang merupakan karya seni dan peradaban Islam," jelas Nuralam, Senin (7/10/2024).

Nuralam juga menekankan bahwa koleksi-koleksi tersebut tidak hanya berusia ratusan tahun, tetapi nilai-nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya masih relevan dan dipraktikkan oleh masyarakat NTB hingga saat ini. "Misalnya, dalam Kitab Tajul Muluk, terdapat panduan pengobatan tradisional dan penentuan tanggal baik yang masih digunakan oleh masyarakat NTB hingga sekarang," tambahnya.

Selain memamerkan kekayaan seni dan budaya Islam dari NTB, partisipasi Museum Negeri NTB dalam Islamic Arts Biennale ini juga menjadi simbol penting diplomasi budaya Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqan, mengungkapkan harapannya agar acara ini bisa menjadi sarana syiar sejarah Islam di NTB dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

"Melalui pameran ini, kami berharap dapat memberikan edukasi tentang kesamaan dan hubungan erat antara Indonesia dan Timur Tengah, serta membuka peluang kerjasama lebih lanjut dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," ujar Dr. Aidy Furqan.

Keikutsertaan Indonesia dalam Islamic Arts Biennale 2025 tidak hanya diwakili oleh Museum Negeri NTB, tetapi juga oleh Museum Sonobudoyo dari Yogyakarta dan Perpustakaan Nasional dari Jakarta. Sebagai salah satu pameran terbesar di dunia yang menampilkan kekayaan dan keberagaman budaya Islam, acara ini melibatkan partisipasi dari 20 negara dan 30 institusi internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....