Batik Sasambo SMKN 5 Mataram: Sejarah dan Jenisnya
- 01 Okt 2024 16:41 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pada tahun 2009, lahir sebuah karya seni yang kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat, yaitu Batik Sasambo. Batik ini ditengarai lahir dari kreasi siswa SMK Negeri 5 Mataram.
Nama Batik Sasambo diambil dari singkatan tiga etnis utama di NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo. Batik ini merupakan perpaduan corak dari ketiga budaya tersebut, menjadikannya unik dan kaya akan nilai sejarah serta filosofi.
Setiap motif Batik Sasambo mewakili kekayaan budaya lokal, seperti lumbung padi khas Sasak, istana Sultan Bima, hingga flora dan fauna setempat.
"Nama Batik Sasambo disarankan oleh Wakil Gubernur NTB saat itu, Haji Abdul Munir, pada pameran pertama tahun 2009," ujar Kepala SMKN 5 Mataram, Istiqlal kepada RRI, Selasa (1/10/2024).
Keunikan Batik Sasambo terletak pada kebebasan ekspresi desainnya, berbeda dengan pakem batik Jawa yang lebih konservatif. Istiqlal menerangkan, teknik dasar dari pembuatan Batik Sasambo tetap menggunakan teknik batik dari jawa.
"Kami tidak sepenuhnya mengikuti aturan batik Jawa, meskipun teknik dasarnya tetap kami pelajari. Kami ingin mendorong kreativitas anak-anak di dunia pendidikan untuk lebih bebas berekspresi," tambahnya.
Kini, Batik Sasambo tidak hanya diproduksi dalam bentuk batik tulis dan batik cap, tetapi juga telah merambah ke teknik batik printing. Teknik batik printing memudahkan untuk memproduksi batik dalam jumlah besar.
"Bisa seribu hingga dua ribu meter diselesaikan dalam satu atau dua minggu saja," ujar Istiqlal.
Meskipun demikian, batik tulis tetap menjadi pilihan favorit pembeli. Batik tulis lebih bernilai karena proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi.
“Batik tulis itu betul-betul handmade, membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Namun, ketiga jenis batik ini—tulis, cap, dan printing—semuanya tetap kami jalankan,” tukasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....