Warga Binaan Lapas Lobar Berbuka Puasa Bersama Keluarga dan Terima Bantuan Sosial
- 13 Mar 2026 22:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti kegiatan Safari Ramadan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Jumat 13 Maret 2026. Momen tersebut menjadi sangat istimewa ketika puluhan warga binaan diberi kesempatan langka untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diikuti oleh 25 warga binaan bersama keluarga masing-masing. Para pegawai Lapas Kelas IIA Lombok Barat juga turut hadir meramaikan suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan yang sarat makna spiritual dan kemanusiaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari proses pembinaan bagi warga binaan.
“Ramadan adalah momen yang sangat tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini kami ingin menghadirkan suasana yang hangat sekaligus memberi semangat kepada warga binaan agar terus menjalani proses pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran keluarga di tengah warga binaan menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti selama mereka menjalani masa pidana. Dukungan moral dari keluarga diharapkan mampu memperkuat tekad warga binaan untuk memperbaiki diri.
“Kehadiran keluarga tentu memberi energi positif bagi mereka. Ini menjadi pengingat bahwa masih ada harapan dan masa depan yang harus diperjuangkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan,” katanya menegaskan.
Tak hanya menghadirkan suasana silaturahmi, kegiatan Safari Ramadan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang selama ini turut merasakan dampak dari proses pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter serta hubungan sosial yang positif,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan antara warga binaan dan keluarga di bulan Ramadan diharapkan mampu menumbuhkan harapan baru serta menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk memperbaiki diri.
“Kami berharap momen ini menjadi penguat bagi warga binaan agar terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....