Pastikan Kelancaran Transaksi Nasabah, BNI Siapkan Rp10 Miliar

  • 12 Mar 2026 17:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Sumbawa Besar, menyiapkan dana sekitar Rp10 miliar. Hal ini dilakukan, guna memastikan kelancaran layanan transaksi bagi nasabah, selama periode libur Lebaran.

Pimpinan Cabang BNI Sumbawa, Frenky Hermanto Ndulu, mengatakan dana tersebut disiapkan untuk mendukung operasional jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Selama masa libur Lebaran, nasabah tidak perlu khawatir karena kami telah menyiapkan dana sekitar Rp10 miliar untuk kebutuhan pengisian ATM,” ujar Frenky saat ditemui, Kamis 12 Maret 2026.

Menurutnya, saat ini terdapat 72 unit ATM BNI yang beroperasi di wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat. Setiap mesin ATM dapat menampung dana antara Rp800 juta hingga lebih dari Rp1 miliar, dengan pecahan uang Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Frenky menjelaskan, dengan ketersediaan dana tersebut, diharapkan seluruh aktivitas transaksi nasabah tetap berjalan lancar selama masa libur Lebaran. Khususnya di titik-titik layanan utama, seperti Kantor Cabang BNI Sumbawa, Taliwang, dan Maluk di Kabupaten Sumbawa Barat.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BNI Sumbawa juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi, baik melalui layanan digital maupun konvensional.

Menurut Frenky, edukasi tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi nasabah dari berbagai potensi penipuan, yang semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi digital.

“Kasus penipuan dengan iming-iming keuntungan tinggi semakin meningkat. Karena itu masyarakat perlu membekali diri dengan informasi yang tepat dan memastikan setiap produk investasi yang diikuti diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai modus penipuan saat ini kerap memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat. Baik melalui metode digital, seperti phishing maupun penawaran investasi yang tidak realistis.

Untuk itu, BNI mengimbau nasabah agar selalu menggunakan kanal resmi perbankan saat melakukan transaksi. Nasabah juga diingatkan untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga kerahasiaan data pribadi seperti kode OTP, PIN, serta data kartu debit maupun kredit agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. BNI juga mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan perbankan digital melalui aplikasi wondr by BNI, yang memungkinkan nasabah memantau transaksi dan aset secara real time dengan sistem keamanan berlapis.

Frenky menegaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang dengan standar keamanan tinggi, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan sistem enkripsi untuk melindungi data serta transaksi nasabah.

“Kami mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital seperti wondr by BNI dalam setiap transaksi. Namun kami juga tetap mengimbau nasabah untuk melakukan transaksi melalui kanal resmi agar keamanan tetap terjamin,” katanya.

Rekomendasi Berita