Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadr

  • 10 Mar 2026 10:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Malam Lailatul Qadr merupakan salah satu momen paling istimewa dalam bulan Ramadhan. Malam ini diyakini memiliki keutamaan yang sangat besar karena nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama RI yang dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, Lailatul Qadr adalah malam yang pasti keberadaannya namun tetap menjadi misteri kapan tepatnya terjadi. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memperbanyak ibadah, khususnya pada sepuluh malam akhir Ramadan.

Dilansir dari situs kemanusiaan Muslim Aid.org, Lailatul Qadr juga dikenal sebagai “The Night of Power” atau malam penuh kemuliaan. Pada malam ini, pahala ibadah dilipatgandakan dan para malaikat turun ke bumi membawa rahmat serta kedamaian hingga terbit fajar. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memaksimalkan amal ibadah untuk meraih keberkahan malam tersebut.

Salah satu cara utama menghidupkan malam Lailatul Qadr adalah memperbanyak salat, khususnya salat malam atau qiyamul lail. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting karena Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Dalam ceramah yang disampaikan oleh Ustad Nasrudin melalui kanal YouTube MWC NU( Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Masbagik, dijelaskan bahwa para ulama terdahulu merasakan kenikmatan spiritual yang luar biasa saat membaca Al-Qur’an pada malam-malam terakhir Ramadan.

Selain salat dan tilawah, lebih lanjut Ustad Nasrudin menjelaskan umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Salah satu doa yang diajarkan Baginda Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam kepada Aisyah binti Abu Bakar adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”, yang berarti memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemaaf. Amalan lain yang dianjurkan adalah melakukan i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam penjelasan Ustaz Nasrudin, terdapat beberapa tingkatan dalam menghidupkan malam Lailatul Qadr. Tingkatan tertinggi adalah beribadah sepanjang malam tanpa tidur. Tingkatan sedang adalah mengisi sebagian malam dengan ibadah dan sebagian lainnya untuk istirahat. Sementara tingkat minimal adalah menjaga salat Isya dan Subuh secara berjemaah. Dengan memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, peluang meraih kemuliaan Lailatul Qadr akan semakin besar. (RRI/Aldi W.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....