Ramadan: Bulan Al-Quran, Bukan Hanya Puasa
- 09 Mar 2026 08:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ramadan sering kali identik dengan menahan lapar dan dahaga sepanjang siang hari, berburu takjil lezat untuk berbuka, serta mengisi waktu ngabuburit dengan santai. Namun, benarkah itu esensi utamanya? Ramadan sejatinya adalah bulan Al-Qur'an yang mulia, di mana Allah SWT menurunkan petunjuk abadi bagi umat manusia. Bulan ini memberikan peluang emas bagi setiap Muslim untuk mendalami ayat-ayat suci, merenungkan maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185, disebutkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Berdasarkan kajian di kanal YouTube YNTV berjudul “Ramadan Dimension Quran bukan Tentang Puasa, Tapi Tentang Ini...”, Ustadz Felix Siauw menekankan bahwa dalam ayat Al-Quran tersebut kata “Ramadan” hanya disebut satu kali dan langsung dilekatkan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an (unzila fihil Qur’an), bukan langsung dengan kewajiban puasa. Penekanan ini menunjukkan bahwa identitas utama Ramadhan adalah Al-Qur’an. Puasa memang diwajibkan, tetapi ia hadir sebagai bagian dari rangkaian ibadah yang mengagungkan momentum turunnya wahyu, bukan sebagai pusatnya.
Pandangan serupa juga dijelaskan dalam diskusi pada video Youtube “KENAPA PUASA PART 1 – PUTBAL” bersama Pandji Pragiwaksono, di mana ditegaskan bahwa salah satu miskonsepsi tentang Ramadan adalah memahaminya sebatas ritual menahan lapar dan dahaga. Padahal, korelasi antara Ramadan dan Al-Qur’an sangat kuat secara tekstual dalam Al-Qur’an. Puasa berfungsi sebagai sarana agar seorang Muslim lebih fokus berinteraksi dengan wahyu, bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan.
Secara spiritual, puasa melatih pengendalian dua dorongan dasar manusia yakni nafsu makan dan syahwat. Ketika kebutuhan fisik dapat dikendalikan, perhatian lebih mudah diarahkan pada penguatan rohani. Dalam kondisi tersebut, membaca, memahami, dan mentadaburi Al-Qur’an dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan mendalam.
Laman cpsglobal.org menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan tidak hanya dibaca, tetapi direnungkan dan diamalkan. Tradisi seperti shalat Tarawih yang menghadirkan bacaan panjang Al-Qur’an setiap malam menjadi sarana kolektif untuk mendekatkan umat kepada pesan Ilahi.
Karena itu, mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk benar-benar kembali kepada Al-Qur’an. Tidak sekadar membaca, tetapi memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatkan waktu yang ada untuk lebih dekat dengan wahyu-Nya, agar Ramadan tahun ini menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan. (RRI/Aldi W)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....