Aruna Senggigi Tebar Kepedulian Anak Yatim Lintas Iman dari Tiga Dusun
- 06 Mar 2026 20:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan terasa hangat di Aruna Grand Ballroom, ketika Aruna Senggigi Resort & Convention menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Berbagi Kasih di Bulan Suci”.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, dengan mengundang puluhan anak yatim dari sejumlah desa di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Jumat, 6 Maret 2026.
Acara yang penuh nuansa kebersamaan tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang khusus untuk membahagiakan anak-anak, mulai dari olahraga ringan, lomba mewarnai, permainan interaktif, hingga menonton film bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga sarana mempererat nilai toleransi dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Lombok.
Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dharma Graha Utama, Ika Putri Widyaningtyas, menegaskan kegiatan tali asih ini telah menjadi agenda rutin perusahaan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk rasa syukur atas keberlangsungan operasional Aruna Senggigi.
“Acara tali asih ini rutin kami adakan setiap bulan suci Ramadan sebagai bentuk rasa syukur kami bahwa Aruna Senggigi masih terus ada dan alhamdulillah tetap bisa melayani banyak pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa karena perayaan Idul Fitri diperkirakan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga momentum berbagi kali ini juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.
“Untuk tahun ini memang terasa spesial karena insyaallah Idul Fitri akan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Karena itu kami juga mengundang adik-adik dari berbagai latar belakang agama sebagai wujud kebersamaan,” katanya.
Menurut Ika, keberagaman keyakinan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Lombok yang perlu dijaga dengan semangat saling menghargai.
“Keluarga besar kami juga memiliki latar belakang keyakinan yang beragam, ada yang Muslim, Hindu, hingga Nasrani. Jadi ini bukan sekadar toleransi, tetapi juga bagian dari kewajiban moral kami untuk merangkul semua,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pada kegiatan tahun ini pihak hotel mengundang 99 anak yatim, namun jumlah yang hadir bahkan melebihi undangan.
“Total yang kami undang sebenarnya sembilan puluh sembilan anak. Alhamdulillah yang hadir lebih dari itu dan langsung kami siapkan tambahan bingkisan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, mengatakan konsep kegiatan kali ini sengaja dibuat lebih interaktif agar anak-anak tidak hanya menerima santunan, tetapi juga merasakan kebahagiaan melalui berbagai aktivitas.
“Konsepnya kami melibatkan banyak aktivitas. Jadi bukan hanya tali kasih, tetapi juga olahraga, mewarnai, games, sampai menonton film bersama supaya adik-adik bisa menikmati suasana dengan gembira,” katanya.
Yeyen menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan Senggigi.
“Ini menjadi momen spesial bagi kami karena saatnya kami menjalankan tanggung jawab moral kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan berbagi kebahagiaan,” ucapnya.
Anak-anak yang hadir berasal dari beberapa wilayah sekitar Senggigi, di antaranya Dusun Loco, Kerandangan, dan Senggigi, serta dari Panti Asuhan Dharma Laksana. Kehadiran mereka menambah semarak kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut.
“Yang hadir bukan hanya dari satu panti, tetapi juga anak-anak yatim dari tiga desa terdekat. Kami ingin tetap menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Aruna Senggigi berharap nilai kebersamaan dan toleransi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di momen pertemuan dua hari besar keagamaan yang sarat makna spiritual.
“Semoga adik-adik tetap bahagia dengan bingkisan yang kami berikan dan bisa merasakan kebersamaan bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.
Momentum berbagi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menjadi jembatan harmoni antarumat beragama di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau dengan tradisi toleransi yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....