Tarawih Terasa Lama? Simak Resep Khusyuk Ramadan

  • 04 Mar 2026 08:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Program Tauladan “Tanya Ustadz” di RRI Pro 2 Mataram menghadirkan narasumber Kepala Kaprodi Ekonomi Islam Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, M. Yakub, M.E.I., dengan topik "Mengapa sholat tarawih terasa “lama banget” dan memicu rasa ngantuk, khususnya bagi anak muda.

Menurutnya, sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki pilihan rakaat, yaitu 11 rakaat (termasuk witir) atau 23 rakaat (termasuk witir). Rasa lelah saat tarawih sering kali bukan karena lamanya ibadah, melainkan faktor fisik, salah satunya pola makan berlebihan saat berbuka. Terlalu banyak makanan bersambal, manis, atau makan dalam porsi besar sekaligus dapat memicu rasa kantuk karena tubuh bekerja keras mencerna makanan, bahkan hingga delapan jam setelah dikonsumsi.

Dalam Al-Qur’an, Allah telah mengingatkan melalui Al-Qur'an Surah Al-A’raf ayat 31:

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Pesan ini menegaskan bahwa makan secukupnya adalah bagian dari adab dan keseimbangan ibadah. Ustadz Yakub mengingatkan agar saat berbuka memberi ruang bagi tubuh: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara. Sering kali kita “lapar mata” ketika berburu takjil, padahal setelah satu porsi makanan saja tubuh sudah merasa cukup.

Rasa ngantuk saat tarawih juga kerap dikaitkan dengan gangguan setan, padahal dalam Ramadan setan dibelenggu. Faktor utama justru kurang fokus dan kondisi tubuh yang lelah. Resep agar tetap segar adalah menyimak bacaan imam dengan sungguh-sungguh agar hati lebih khusyuk. Jika mulai mengantuk, ubah posisi shaf maju ke depan atau bergeser agar suasana lebih segar. Posisi terlalu nyaman justru bisa membuat cepat terlelap saat sujud.

Beliau juga menyoroti kebiasaan menghitung jumlah rakaat selama sholat yang membuat ibadah terasa panjang. Sebaliknya, fokuslah pada makna bacaan dan ingatlah bahwa tarawih adalah momentum mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Pemilik langit dan bumi. Bila terlalu mengantuk, dianjurkan mengambil air wudhu kembali lalu melanjutkan sholat.

Selain itu, menjaga pola istirahat juga penting. Hindari tidur setelah sholat subuh dan usahakan tidur siang sekitar 30 menit untuk menjaga stamina. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an; jangan sampai hari-hari diisi hanya dengan tidur. Warnai waktu dengan membaca Al-Qur’an di sela aktivitas.

Kunci agar ibadah terasa ringan adalah cinta kepada Allah, ikhlas, khusyuk, serta menjadikan ibadah sebagai pedoman hidup. Perbanyak shalawat dan dzikir sebagai energi spiritual. Ketika hati sudah terpaut, tarawih tak lagi terasa lama namun justru menjadi momen yang dirindukan setiap malam Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....