Ini Negara dengan Jam Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia
- 27 Feb 2026 20:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Bulan Puasa adalah bulan istimewa bagi seluruh umat muslim di dunia. Menahan diri dari lapar dan dahaga dari fajar hingga matahari terbenam adalah kesempatan yang tidak sia-sia.
Setiap individu yang menjalankan ibadah puasa harus mampu menjaga diri untuk sepenuhnya beribadah sesuai dengan durasi puasa agar mendapatkan keberkahan. Namun, setiap negara mempunyai jam puasa yang bervariasi. Melihat perbedaan jam puasa dari satu negara ke negara lain, disebabkan oleh perbedaan geografi dan garis lintang.
Waktu yang bervariasi ini sangat dipengaruhi oleh posisi lintang tersebut, dimana ketika suatu negara semakin dekat ke kutub maka perbedaan durasi siang dan malam akan semakin ekstrem. Untuk kondisi ekstrem ini, umat muslim diperbolehkan untuk mengikuti jadwal puasa kota terdekat yang lebih moderat. Agar tetap bisa menjalani ibadah dengan baik, maka sebagian ulama memperbolehkan untuk mengikuti waktu Makkah.
Berikut negara-negara dengan jam puasa terpanjang dan terpendek di dunia;
Negara dengan Jam Puasa Terpanjang
Negara-negara dengan jam puasa terpanjang adalah Greenland mencapai 17 jam 52 menit, Islandia dan Finlandia sekitar 17 jam, Norwegia lebih dari 16 jam, Swedia juga bisa mencapai 16 jam bahkan lebih, Kanada Utara bisa mencapai 20 jam saat musim panas atau hari yang panjang.
Negara-negara ini terletak di belahan bumi bagian utara dan mengalami sinar matahari panjang di sebagian hari mereka. Oleh karena itu, Umat Muslim yang berada dekat ke kutub, maka akan mengalami durasi berpuasa cukup lama karna berada di garis lintang yang tinggi bahkan karena durasi siang yang cukup ekstrem.
Negara dengan Jam Puasa Terpendek
Sedangkan negara-negara dengan jam puasa terpendek disebabkan karena terletak lebih dekat ke khatulistiwa atau belahan bumi bagian selatan. Matahari terbenam lebih awal dengan durasi siang hari yang lebih seimbang. Di beberapa bagian negara seperti Brasil, Uruguay, Argentina, Chili, Selandia Baru dan Afrika Selatan, biasanya jam puasanya hanya 11 – 13 jam. Sementara itu, negara-negara yang berada di khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia memiliki jam puasa yang relatif stabil yaitu 12-14 jam setiap tahunnya.
Dilansir dari Khaleej Time, Waktu puasa selama Ramadhan 2026 diperkirakan akan jauh lebih singkat dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan sedikit 'keringanan' bagi para jamaah yang menjalankan puasa harian,terutama pada wilayah yang memiliki durasi siang yang panjang. Karena kalender Hijriah mengikuti siklus bulan, dengan setiap bulan berlangsung selama 29 atau 30 hari tergantung pada penampakan bulan sabit, Ramadan bergeser sekitar 10 hingga 12 hari lebih awal setiap tahunnya. Pergeseran tahunan ini secara langsung berdampak pada durasi puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....