Bukber Ramadan, Tradisi Silaturahmi Sarat Makna

  • 27 Feb 2026 14:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Berbuka puasa bersama atau yang akrab disebut bukber telah menjadi tradisi sosial di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan bersama keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga komunitas sebagai bentuk kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Bukber bukan sekadar makan bersama setelah azan Magrib, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antarsesama.

Mengutip dari Kementerian Agama Republik Indonesia - Bimbingan Masyarakat Islam, secara asal usul, tradisi berbuka bersama berakar dari ajaran Islam yang menganjurkan memberi makan orang yang berpuasa. Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memberi makan untuk berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala tersebut. Nilai berbagi inilah yang kemudian berkembang dalam budaya Muslim di berbagai daerah, termasuk Indonesia, menjadi kegiatan berbuka bersama di masjid, rumah, maupun ruang publik.

Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia, di Indonesia, bukber mengalami perkembangan sebagai fenomena sosial modern. Restoran, kafe, hingga lesehan tradisional kerap menjadi pilihan lokasi berkumpul. Meski tempatnya beragam, esensinya tetap pada kebersamaan dan mempererat ukhuwah. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dan budaya lokal saling berpadu dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Tania, warga Kota Mataram, saat ditemui tengah berbuka bersama di salah satu lesehan di kota tersebut. Ia mengaku kerap mengadakan bukber tidak hanya dengan keluarga dan kerabat, tetapi juga bersama teman-teman lama, mulai dari masa SMP, SMA hingga kuliah. Baginya, bukber menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan karena menjadi momen menyambung kembali komunikasi yang jarang terjalin di luar Ramadan.

Hal senada disampaikan Diana, teman kuliah Tania yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menuturkan bahwa bukber menjadi waktu yang tepat untuk bertemu kembali dengan teman lama, berbagi cerita, hingga saling bertukar kabar dan pengalaman baru. Menurutnya, suasana berbuka bersama terasa lebih hangat karena semua orang datang dengan semangat kebersamaan.

Dari sisi sosial, bukber memang memiliki manfaat memperkuat relasi dan solidaritas. Interaksi tatap muka dalam suasana positif dapat mempererat ikatan emosional serta membangun kembali komunikasi yang sempat terputus. Kegiatan ini juga mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam lingkup pertemanan maupun keluarga.

Selain itu, kebersamaan dalam bukber berdampak pada kesehatan psikologis. Pertemuan sosial yang hangat dapat meningkatkan rasa bahagia dan memperkuat dukungan sosial, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Dengan demikian, bukber tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan kesejahteraan emosional dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....