Senja Ramadan di Bima, Polisi Hadir di tengah Riuh Ngabuburit

  • 27 Feb 2026 10:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima – Menjelang azan Magrib berkumandang, denyut kehidupan sore di sejumlah sudut Kecamatan Madapangga dan Sanggar terasa berbeda. Warga berburu takjil, anak-anak menanti waktu berbuka, dan arus lalu lintas perlahan meningkat. Di tengah suasana itu, kehadiran personel Polsek Madapangga dan Polsek Sanggar menjadi bagian dari mozaik senja Ramadan yang tertib dan aman.

Patroli sore yang digelar sejak nyaris setiap hari selama Ramadan sekitar pukul 16.30 Wita tak sekadar rutinitas. Personel tampak menyisir pasar tradisional, titik-titik keramaian, hingga ruas jalan utama yang dipadati pengendara. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan aktivitas ngabuburit berjalan lancar tanpa gangguan kamtibmas maupun kemacetan.

Kapolres Bima Kabupaten melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan bahwa patroli menjelang berbuka puasa merupakan bagian dari strategi preventif selama Ramadan 1447 H. Fokusnya bukan hanya pengamanan, tetapi juga pengaturan lalu lintas dan edukasi langsung kepada masyarakat.

“Personel melakukan penjagaan dan pengaturan arus kendaraan agar warga yang mencari takjil tetap merasa aman dan nyaman.’’ Lanjutnya ia juga mengimbau ke pengendara untuk tetap mematuhi aturan, menggunakan helm, serta membawa kelengkapan surat kendaraan.

Di Madapangga, patroli yang dikendalikan langsung oleh Kapolsek Ipda Ahmad Zulfikar bergerak secara mobile, menyapa warga dan pedagang. Sementara di Sanggar, jajaran Polsek di bawah komando Iptu Eric As Ary menitikberatkan pada titik kumpul masyarakat dan jalur padat kendaraan.

Tak hanya menjaga keamanan, pendekatan humanis juga dikedepankan. Petugas terlihat berdialog dengan pedagang kaki lima dan remaja yang berkumpul, mengingatkan agar tidak melakukan aksi balap liar maupun penggunaan petasan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di kedua wilayah hukum tersebut dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol, dan arus lalu lintas tetap terkendali hingga waktu berbuka tiba.

Kehadiran polisi di tengah riuhnya ngabuburit menjadi pesan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga komitmen bersama menjaga keamanan. Senja pun berlalu dengan tertib—azan berkumandang, warga berbuka dengan tenang, dan kamtibmas tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....