Dinkes Mataram Pastikan Takjil Bebas Bahan Berbahaya
- 26 Feb 2026 14:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID,Mataram- Tradisi berburu takjil selama Ramadan di Kota Mataram tidak hanya menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga perhatian serius pemerintah terhadap keamanan pangan.
Dinas Kesehatan Kota Mataram bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB rutin melakukan pengawasan dan pengecekan kandungan menu berbuka puasa guna memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan pengawasan difokuskan pada potensi penggunaan zat berbahaya seperti boraks dan rhodamin B. “Kami mengantisipasi agar makanan tidak mengandung boraks dan rhodamin B. Alhamdulillah, temuan makanan mengandung bahan berbahaya di Kota Mataram relatif sangat minim,” ujarnya Kamis 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar pedagang skala rumah tangga telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), yang mensyaratkan pemenuhan standar keamanan pangan. Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan sosialisasi serta memperketat proses perizinan untuk mencegah potensi pelanggaran.
“Rata-rata pedagang sudah memahami aspek kesehatan dalam aktivitas ekonomi mereka, namun pengawasan tetap kami lakukan secara rutin,” katanya.
Emirald juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli takjil. Ia menyarankan untuk memperhatikan warna makanan yang terlalu mencolok, aroma yang menyengat, serta proses penyajian.
“Jika makanan tidak ditutup atau pedagang tidak menggunakan sarung tangan saat mengambil makanan, sebaiknya dihindari,” tegasnya.
Menurutnya, kesadaran pedagang yang semakin baik, termasuk penggunaan metode pembayaran non-tunai yang dapat mengurangi potensi kontaminasi bakteri, menjadi indikator positif dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadan.
“Kami berharap masyarakat tetap memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan, agar ibadah puasa dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....