Puasa sebagai Ruang Jeda Kehidupan Modern
- 22 Feb 2026 19:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, serta derasnya arus informasi membuat pikiran mudah penat dan hati dipenuhi kegelisahan. Dalam kondisi seperti inilah, puasa hadir sebagai ruang jeda, sebuah kesempatan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menata kembali arah hidup.
Menurut Prof. Dr. Fahrurrozi Dahlan, Ramadan bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi momentum pembinaan diri secara menyeluruh. Puasa melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, menahan keinginan, serta menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan harus dipenuhi. Dalam keterbatasan itulah, manusia belajar tentang makna syukur dan kesabaran.
Ramadan adalah bulan yang penuh kehormatan dan keberkahan. Di siang hari, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Namun lebih dari itu, puasa sejatinya adalah latihan spiritual menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta memperbanyak amal kebaikan.
Prof. Fahrurrozi Dahlan menegaskan bahwa ada dua syarat utama agar puasa bernilai ibadah di sisi Allah. Pertama, al-iman, yaitu keyakinan yang kuat kepada Allah SWT. Kedua, keikhlasan, yakni menjalankan puasa tanpa paksaan dan tanpa mengharapkan pujian manusia. Ibadah yang dilakukan dengan iman dan ikhlas akan menghadirkan ketenangan batin serta kedekatan spiritual yang mendalam.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, puasa adalah pengingat bahwa manusia perlu berhenti sejenak untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki niat, dan menata hati agar tetap bersih dan tenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....