Puasa, Sarana Pembentukan Karakter menuju Ketakwaan
- 21 Feb 2026 19:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter menuju ketakwaan yang paripurna. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Doktor Fahrurrozi Dahlan, dalam tausiyahnya, Sabtu 21 Februari 2026 pada program Muzakarah Ramadan Pro 1 RRI Mataram.
Menurut Prof. Fahrurrozi, puasa memiliki tujuan utama membentuk manusia yang bertakwa. “Ketika seseorang berpuasa, ia belajar mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, serta melatih kesabaran. Di situlah esensi ketakwaan dibentuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, terdapat berbagai amal ibadah yang menjadi jalan menuju ketakwaan. Pertama adalah salat dan kedua, puasa. Selain itu, ia menambahkan bahwa sedekah dan ibadah haji juga menjadi wasilah atau perantara menuju ketakwaan. Sedekah membentuk kepedulian dan keikhlasan, sedangkan haji melatih pengorbanan serta persatuan umat.
Tak hanya ibadah wajib, Prof. Fahrurrozi juga menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah termasuk wasilah ketakwaan yang sering kali luput dari perhatian.
"Banyak amal ibadah yang mengajak manusia itu menuju ketakwaan, pertama adalah sholat, kedua orang yang berpuasa, ketiga sedekah dan orang yang berhaji dan orang yang membaca alquran dan wasilah ketakwaan yaitu menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah wasilah yang terakhir adalah kalimat toibah ucapan. Orang yang bertakwa, puasa ramadan esensinya adalah menuju ketakwaan yang paripurna," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....