Berkurangnya Alokasi Gas LPG, Jangan Sampai Ganggu Puasa
- 18 Feb 2026 13:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Alokasi gas elpiji subsidi 3 kilogram untuk Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tahun 2026 mengalami pengurangan signifikan.
Pemerintah Kabupaten Dompu pun bergerak cepat dengan menyurati PT Pertamina guna memastikan pasokan selama bulan Ramadan dan musim panen tetap aman.
Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, berharap berkurangnya alokasi gas bersubsidi yang dikenal dengan sebutan “Tabung Melon” itu tidak mengganggu kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan.
Menurutnya, saat ini sektor pertanian di Dompu tengah memasuki masa panen. Kondisi tersebut, ditambah momentum Ramadan, dipastikan akan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji 3 kilogram.
“Kami berharap meski ada pengurangan alokasi, pasokan selama Ramadan tetap terjaga. Apalagi kebutuhan masyarakat pasti meningkat,” katanya, Rabu, 18 Februari 2026.
Selain alokasi reguler, Pemkab Dompu juga meminta adanya tambahan extra dropping atau fakultatif guna menjamin distribusi tidak terganggu di tingkat masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat Wakil Bupati Dompu kepada pimpinan Pertamina NTB dengan Nomor: 500.10.7.6/17/EKONSDA/2026 tertanggal 9 Februari 2026.
Dalam surat itu ditegaskan bahwa alokasi tahun 2026 dikhawatirkan tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun, terlebih tidak adanya alternatif elpiji non-PSO yang tersedia secara kontinyu.
Pengurangan alokasi elpiji subsidi tahun 2026 mencapai 1.095 metrik ton, sebagaimana tertuang dalam surat Dirjen Migas Nomor B-113/MG.05/DJM/2026 tertanggal 6 Januari 2026.
Pada tahun 2025 lalu, Kabupaten Dompu mendapatkan alokasi sebesar 5.590 metrik ton.
Dengan alokasi tersebut saja, masyarakat Dompu masih mengalami kekurangan pasokan yang berdampak pada harga di pasaran melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kekurangan alokasi tahun 2026 dikhawatirkan akan semakin memperparah kondisi ketersediaan dan lonjakan harga di tingkat konsumen.
Diduga, kekurangan alokasi elpiji subsidi ini berkaitan dengan rendahnya pendataan pengguna rumah tangga dan usaha mikro oleh pangkalan elpiji subsidi.
Berdasarkan sistem MAP, pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 35.482 rumah tangga dan 1.231 UMKM sebagai pengguna.
Sementara berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Dompu, jumlah rumah tangga tercatat sebanyak 87.752 dan UMKM mencapai 23.142 unit.
Perbedaan data yang cukup signifikan ini diduga menjadi salah satu faktor berkurangnya kuota elpiji subsidi untuk Dompu tahun ini.
Pemkab Dompu berharap adanya evaluasi dan sinkronisasi data agar kebutuhan riil masyarakat dapat terakomodasi, sehingga distribusi elpiji subsidi tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....