Dekan FEB Universitas Bumigora Soroti Panic Buying jelang Ramadan
- 18 Feb 2026 06:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Fenomena pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan menjelang Ramadan kembali mencuat. Lonjakan konsumsi masyarakat dinilai tidak hanya dipicu kebutuhan riil, tetapi juga faktor psikologis yang berulang setiap tahun.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bumigora, Rini Anggriani., SE., MM., menyampaikan bahwa kekhawatiran terhadap kenaikan harga dan potensi kelangkaan barang menjadi pendorong utama perilaku panic buying.
“Menjelang Ramadan, pola konsumsi masyarakat memang meningkat. Ketakutan terhadap lonjakan harga dan keterbatasan stok membuat sebagian konsumen memilih membeli dalam jumlah besar lebih awal,” ungkapnya, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, persepsi publik terhadap inflasi yang cenderung naik selama Ramadan memperkuat dorongan tersebut. Sejumlah komoditas seperti minyak goreng, telur, daging, kurma, dan sirup kerap mengalami kenaikan harga, bahkan terkadang sulit ditemukan di pasaran.
Menurutnya, perilaku konsumtif juga dipengaruhi strategi promosi yang agresif. Diskon dan penawaran khusus sering kali memicu pembelian impulsif di luar kebutuhan primer.
“Ada faktor kebutuhan, tetapi ada pula dorongan emosional dan pengaruh promosi yang membuat konsumen kurang rasional dalam mengambil keputusan belanja,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan tidak seluruh masyarakat bersikap panik. Sebagian konsumen tetap berbelanja secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan prioritas kebutuhan.
Rini mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan yang matang agar momentum Ramadan tidak membebani pengeluaran rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....