Tradisi Ramadan Desa Perampuan Satukan Warga Gerakkan UMKM
- 13 Feb 2026 16:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, denyut kehidupan masyarakat Desa Perampuan kembali terasa berbeda. Tradisi turun-temurun yang diwariskan para leluhur kembali dihidupkan dengan penuh kekompakan, mulai dari ziarah kubur, membersihkan masjid dan mushalla, hingga gotong royong lintas generasi.
Kepala Desa Perampuan, HM Zubaidi, S.Pd., M.Pd., menuturkan suasana menyambut Ramadan selalu menghadirkan semangat kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.
“Kebiasaan dari turun-temurun kalau sudah menjelang H-1 atau H-2 Ramadan, semua masyarakat berduyun-duyun membersihkan makam, tempat ibadah, mushalla, dan masjid. Para remaja juga ikut gotong royong menyambut kedatangan bulan suci ini,” kata Zubaidi saat ditemui dikantor Desa Perampuan, Labuapi, Lombok Barat, Kamis, 13 Februari 2026.
Tak hanya fokus pada kebersihan lingkungan dan sarana ibadah, masing-masing dusun di Perampuan juga menggelar kegiatan berbeda. Ada yang mengadakan bazar tingkat dusun, tadarusan malam hari, diskusi menjelang berbuka puasa di kantor desa, hingga buka puasa bersama.
Menurutnya, pemerintah desa bersama remaja masjid telah merencanakan sejumlah titik bazar Ramadan di beberapa lokasi strategis desa. Selain menjadi ruang ekonomi, kegiatan itu juga dirancang untuk mempererat silaturahmi warga.
“Kita kompak bersama remaja masjid membuat beberapa titik bazar. Kita juga berbagi takjil, kurma, dan air mineral untuk menambah semangat kebersamaan dalam menyambut puasa,” ucapnya.
Dari sisi kesiapan masyarakat, ia memastikan kondisi fisik dan mental warga cukup matang menghadapi Ramadan, meskipun cuaca belakangan kurang bersahabat.
“Alhamdulillah warga sangat antusias menyambut Ramadan. Walaupun cuaca kurang bersahabat, kesiapan mental dan semangat masyarakat sudah sangat baik,” ujarnya.
Momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Puluhan pelaku UMKM dipastikan membuka lapak di sepanjang jalan desa. Bahkan, di sekitar kantor desa akan disiapkan area khusus bazar menjelang berbuka dan selepas salat tarawih.
“Lapak UMKM bisa mencapai puluhan, bahkan mendekati delapan puluhan. Ini salah satu target kita untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan positif selama Ramadan juga menjadi strategi sosial untuk mengalihkan generasi muda dari aktivitas negatif. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, tanpa kegiatan terarah, potensi kenakalan remaja seperti balap liar dan petasan kerap muncul.
“Kita buatkan kegiatan agar generasi muda sibuk dengan hal-hal positif. Dengan begitu, hal-hal yang tidak kita inginkan bisa ditekan,” ucapnya.
Persiapan utama yang diprioritaskan pemerintah desa adalah kenyamanan sarana ibadah. Seluruh elemen masyarakat turun tangan memperbaiki fasilitas yang rusak, termasuk atap bocor dan kebersihan lingkungan sekitar masjid.
“Yang paling utama adalah kesiapan sarana ibadah. Kenyamanan tempat ibadah itu penting. Kalau ada yang bocor atau rusak, masyarakat langsung bergotong royong memperbaiki. Kita ingin ibadah Ramadan berjalan dengan khusyuk dan murni,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....