Hukum Puasa bagi Orang yang Memusuhi Sesama dalam Islam
- 18 Mar 2025 11:58 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Prof. Dr. Fachrurrozi Dahlan QH, MA, membuka acara Muzakarah Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pro1 RRI Mataram, Senin (17/03/2025) dengan tema “Pesan Nuzulul Quran dalam Menjawab Tantangan Zaman.” Acara ini tidak hanya membahas hikmah puasa dan Nuzulul Quran, tetapi juga memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan dari pendengar.
Salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh pendengar adalah mengenai hukum puasa seseorang yang memusuhi saudaranya sendiri. Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Fachrurrozi Dahlan menjelaskan, dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan sesama adalah bagian dari ajaran yang sangat penting, terutama di bulan Ramadhan. Beliau menyebutkan bahwa ada beberapa kategori orang yang dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadis yang tidak mendapat ampunan dari Allah, bahkan dapat membatalkan pahala ibadah mereka, termasuk puasa.
Dalam Al-Quran, Allah memberikan petunjuk tentang beberapa perbuatan yang dapat menghalangi seseorang untuk memperoleh ampunan-Nya. Beberapa perbuatan tersebut adalah:
- Orang yang Meminum Minuman Keras Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90, Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berkurban untuk berhala, dan nasib ialah kekejian dari pekerjaan setan. Maka jauhilah pekerjaan-pekerjaan itu agar kamu mendapat keberuntungan." Minuman keras adalah salah satu hal yang dilarang dalam Islam karena dapat merusak akal dan mengarah pada perbuatan maksiat lainnya.
- Orang yang Berzina Dalam Surah Al-Isra’ ayat 32, Allah berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk." Zina adalah perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam dan dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan ampunan Allah, terutama jika tidak ada penyesalan dan perbaikan diri.
- Orang yang Durhaka kepada Orang Tua Dalam Surah Al-Isra’ ayat 23, Allah berfirman: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai tua di sisimu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia." Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan yang sangat dilarang, dan dapat menghalangi keberkahan dalam hidup, termasuk amal ibadah seperti puasa.
- Orang yang Memutuskan Silaturahmi Dalam Surah Muhammad ayat 22, Allah berfirman: "Maka apakah kamu berharap, jika kamu berpaling, akan merusak bumi dan memutuskan hubungan silaturahmi?" Memutuskan silaturahmi, termasuk memusuhi saudara sesama Muslim, adalah tindakan yang dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah. Hal ini juga dapat merusak keharmonisan dalam masyarakat.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membantu saudara sesama Muslim, maka Allah akan membantu dia di akhirat." (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa menjaga hubungan baik antar sesama Muslim adalah hal yang sangat penting dalam Islam. Sebaliknya, memusuhi atau memutuskan hubungan dengan saudara seiman bukanlah tindakan yang dianjurkan dalam agama, dan hal tersebut dapat mempengaruhi pahala ibadah seseorang, termasuk puasa. Oleh karena itu, umat Islam diingatkan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) dan mempererat hubungan dengan sesama.
Puasa di bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat baik untuk membersihkan diri, baik secara spiritual maupun sosial. Dalam Islam, menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama sesama Muslim, adalah bagian dari ibadah yang sangat dihargai. Oleh karena itu, puasa orang yang memusuhi saudaranya sendiri dapat terhalang pahalanya. Sebaliknya, menjaga ukhuwah Islamiyah dan membantu sesama Muslim adalah tindakan yang akan mendapatkan bantuan Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....