Wacana Sejumlah Cabor PON akan Digelar Diluar NTB–NTT
- 24 Jan 2026 17:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Isu kepastian tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 terus berkembang. Meskipun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyatakan kepastiannya menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT), muncul wacana lain terkait penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga (cabor) yang direncanakan akan dipertandingkan di luar kedua provinsi tersebut.
Menyikapi hal itu, Mantan Ketua KONI NTB sekaligus olahragawan senior, H. MNS. Kasdiono, menekankan agar Pemerintah pusat segera mengeluarkan surat keputusan (SK) penunjukan NTB dan NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Menurutnya kepastian tersebut dinilai krusial agar pemerintah daerah dapat segera melakukan langkah-langkah persiapan secara menyeluruh. Tanpa adanya SK penunjukan resmi, pemerintah provinsi akan kesulitan memulai tahapan teknis, termasuk penganggaran dan koordinasi lintas daerah.
“Pertama yang harus kita tekankan adalah pemerintah harus segera mengeluarkan surat keputusan penunjukan sebagai tuan rumah itu supaya pemerintah provinsi baik NTB dan NTT itu dapat melakukan langkah-langkah persiapan, termasuk penganggaran dan lain sebagainya,” ujar Kasdiono Sabtu, 24 Januari 2026.
Kasdiono juga menyoroti wacana adanya beberapa cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di luar NTB dan NTT. Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan pola dan mekanisme jika hal tersebut benar-benar diterapkan.
“Kalau ada beberapa cabor yang dipertandingkan di luar NTB dan NTT, saya belum mengerti polanya seperti apa. Karena itu kan penunjukan tanpa bidding. Sementara NTB dan NTT ini kan sudah melalui bidding.” katanya.
Jika pun harus dipertandingkan di luar NTB dan NTT, Kasdiono berharap jumlah cabor tidak terlalu banyak karena berpotensi menyulitkan kontingen peserta. Idealnya, kata dia, NTB dan NTT tetap menjadi pusat utama penyelenggaraan PON 2028.
“Kalau bisa, NTB dan NTT jadi tuan rumah saja. Tapi kalau pemerintah mengatakan ada beberapa cabor harus di luar NTB dan NTT, maka pola dan mekanismenya harus jelas,” ucapnya.
Kasdiono juga mengusulkan jika memang harus melibatkan daerah lain, pemerintah memilih provinsi yang letaknya dekat secara geografis, misalnya Surabaya di Jawa Timur. Jawa Timur juga pernah jadi tuan rumah PON tahun 2000, dekat, dan tidak terlalu menyusahkan kontingen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....