Arti Gestur Silang Tangan di Dada “X” dalam Sepak Bola

  • 13 Jul 2026 17:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gestur menyilangkan kedua tangan di depan dada berbentuk huruf "X" menjadi perhatian publik setelah dilakukan Pelatih Mesir, Hossam Hassan, saat menghadapi Argentina pada babak 16 besar. Aksi tersebut memicu perdebatan karena berujung kartu kuning dari wasit. Di balik insiden itu, banyak penggemar sepak bola mulai mencari tahu makna sebenarnya dari simbol tersebut dan mengapa FIFA menjadikannya bagian dari pertandingan resmi.

Berdasarkan kampanye No Racism, FIFA memperkenalkan gestur silang tangan sebagai simbol universal untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme atau diskriminasi di lapangan. Simbol ini menjadi bagian dari komitmen organisasi sepak bola dunia tersebut dalam menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Kehadirannya juga melengkapi berbagai langkah lain yang telah diterapkan FIFA, mulai dari penguatan regulasi, edukasi, penegakan sanksi, hingga perlindungan terhadap pemain dan offisial.

Dilansir dari Inside FIFA, gestur berbentuk huruf "X" pertama kali diterapkan pada FIFA U-20 Women's World Cup sebagai bahasa isyarat yang mudah dikenali di seluruh dunia. FIFA memilih simbol ini karena sederhana, tidak bergantung pada bahasa, dan dapat dipahami dengan cepat oleh pemain, pelatih, offisial, maupun wasit. Dengan satu gerakan, siapa pun di lapangan dapat menyampaikan adanya dugaan tindakan diskriminatif tanpa harus menghentikan permainan untuk menjelaskan situasi secara panjang lebar.

Setelah menerima sinyal tersebut, wasit akan menjalankan Three-Step Procedure atau prosedur tiga tahap yang menjadi bagian dari protokol antirasis FIFA. Tahap pertama adalah menghentikan pertandingan sementara dan memberikan peringatan melalui sistem pengumuman stadion agar tindakan diskriminatif segera dihentikan. Jika insiden masih berlanjut, pertandingan dapat ditunda sementara dan para pemain diarahkan menuju ruang ganti.

Sebagai langkah terakhir, wasit berhak menghentikan pertandingan secara permanen apabila situasi dinilai tidak lagi aman atau tindakan rasisme terus terjadi. Prosedur ini dirancang agar setiap laporan dapat ditangani secara terstruktur tanpa mengabaikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Insiden yang melibatkan Hossam Hassan kemudian memperkenalkan makna gestur tersebut kepada masyarakat luas. Sejumlah media internasional, seperti Yahoo Sports dan The Athletic menjelaskan bahwa pelatih Mesir menggunakan simbol "X" untuk meminta perhatian wasit terhadap dugaan tindakan diskriminatif yang terjadi selama pertandingan. Adapun kartu kuning yang diterimanya merupakan keputusan wasit terhadap tindakan di area teknis sesuai jalannya pertandingan, bukan karena penggunaan simbol antirasis itu sendiri.

Di balik sebuah gestur sederhana, tersimpan pesan bahwa sepak bola adalah olahraga yang terbuka untuk semua tanpa memandang latar belakang apa pun. Kehadiran simbol ini menjadi bagian dari upaya menjaga sportivitas sekaligus menghormati setiap orang yang berada di lapangan. Menurut Anda, apakah gestur ini akan efektif membantu mencegah tindakan diskriminasi dalam sepak bola? (RRI/ Aldi W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....