Mengapa FIFA Mengganti Desain Trofi Piala Dunia?

  • 14 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Trofi Piala Dunia FIFA merupakan salah satu simbol olahraga paling ikonik di dunia. Setiap empat tahun sekali, perhatian miliaran penggemar sepak bola tertuju pada momen ketika kapten tim juara mengangkat trofi emas yang melambangkan pencapaian tertinggi dalam olahraga tersebut. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa trofi yang digunakan saat ini bukanlah trofi yang sama dengan yang diangkat oleh para legenda sepak bola pada era awal Piala Dunia.

Dilansir dari FIFA.com, trofi pertama yang digunakan dalam ajang Piala Dunia diperkenalkan pada turnamen perdana tahun 1930. Trofi tersebut awalnya dikenal dengan nama Victory Trophy sebelum kemudian berganti nama menjadi Jules Rimet Trophy pada tahun 1946 untuk menghormati Jules Rimet, Presiden FIFA yang berperan besar dalam mewujudkan turnamen sepak bola dunia pertama. Trofi karya pematung Prancis Abel Lafleur itu menampilkan sosok Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, yang sedang mengangkat sebuah piala.

Selama lebih dari 40 tahun, Jules Rimet Trophy menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia. Trofi ini pernah diangkat oleh negara-negara besar seperti Uruguay, Italia, Jerman Barat, Inggris, dan Brasil. Namun, menurut penjelasan FIFA Museum.com, terdapat aturan yang menyebutkan bahwa negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak menyimpan trofi tersebut secara permanen. Ketika Brasil meraih gelar ketiganya pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, hak kepemilikan Jules Rimet Trophy resmi berpindah ke negara tersebut.

Situasi itu membuat FIFA harus mencari simbol baru untuk digunakan pada turnamen berikutnya. FIFA kemudian menggelar kompetisi desain internasional yang diikuti oleh puluhan seniman dari berbagai negara. Dari berbagai rancangan yang masuk, karya pematung Italia bernama Silvio Gazzaniga terpilih sebagai desain terbaik dan mulai digunakan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.

Desain trofi baru ini memiliki filosofi yang berbeda dari pendahulunya. Dilansir dari FIFA.com, trofi tersebut menampilkan dua sosok manusia yang mengangkat bumi ke atas. Gazzaniga menjelaskan bahwa desain itu melambangkan kegembiraan kemenangan sekaligus menggambarkan karakter global sepak bola yang mampu menyatukan berbagai bangsa dan budaya di seluruh dunia. Hingga kini, bentuk tersebut tetap dipertahankan dan menjadi salah satu ikon olahraga paling dikenal di dunia.

Pergantian trofi juga diikuti perubahan aturan kepemilikan. Jika Jules Rimet Trophy dapat dimiliki secara permanen oleh negara tertentu, FIFA menetapkan bahwa trofi baru tidak akan pernah menjadi milik juara dunia. Menurut FIFA Museum, tim pemenang hanya diperbolehkan memegang trofi asli saat seremoni dan kemudian menerima replika resmi sebagai kenang-kenangan. Sementara itu, trofi asli tetap disimpan oleh FIFA untuk menjaga keberlangsungan simbol tersebut bagi generasi berikutnya

Kisah Jules Rimet Trophy sendiri memiliki akhir yang cukup misterius. Setelah disimpan oleh Brasil, trofi tersebut dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro pada tahun 1983. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica dan FIFA Museum, hingga kini trofi asli tersebut tidak pernah ditemukan kembali dan diyakini telah dilebur oleh para pencurinya. Peristiwa ini menjadi salah satu kasus kehilangan artefak olahraga paling terkenal dalam sejarah sepak bola dunia

Pergantian desain trofi Piala Dunia menandai babak baru dalam sejarah sepak bola dunia. Hingga kini, FIFA World Cup Trophy tetap menjadi simbol kejayaan yang diimpikan setiap negara. Mengetahui kisah di baliknya membuat kita melihat bahwa trofi ini bukan hanya hadiah bagi sang juara, tetapi juga bagian penting dari warisan sepak bola dunia. (RRI/Aldi W)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....