Piala Dunia Bukan Sekadar Tontonan tapi Tuntunan Olahraga
- 26 Mei 2026 11:16 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Euforia Piala Dunia selalu menghadirkan magnet besar bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Di balik kemeriahan pertandingan, gol-gol spektakuler, dan drama di lapangan hijau, tersimpan ruang pembelajaran besar yang dinilai sangat penting bagi perkembangan sepak bola khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB)
Praktisi olahraga sepak bola, Agus Sukmayadi, menilai momentum Piala Dunia seharusnya tidak hanya dijadikan tontonan semata, tetapi juga menjadi tuntunan bagi seluruh insan olahraga, khususnya pemain, pelatih, hingga wasit.
Agus yang juga Sebagai Match Commissioner (Matchcom) BRI Super League 2025–2026 mengatakan, perkembangan sepak bola berlangsung sangat cepat. Berbagai inovasi strategi permainan, pola kepemimpinan wasit, hingga pengambilan keputusan di lapangan kini bisa dipelajari langsung melalui tayangan pertandingan kelas dunia.
“Dari gelaran-gelaran sepak bola itu, sebenarnya kita bisa banyak belajar. Banyak belajar, baik pemain kita, pelatih kita, dan bahkan wasit kita. Karena sekali lagi, olahraga ini hari ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jadi, apa hal-hal yang baru yang terjadi di belahan dunia lain pada saat yang sama juga sudah sampai kepada kita,” ujarnya Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, proses belajar dalam olahraga saat ini tidak lagi terbatas di ruang kelas maupun saat latihan di lapangan. Tayangan pertandingan internasional, terutama Piala Dunia, telah menjadi media pembelajaran modern yang dapat dianalisis secara langsung oleh para pelaku olahraga.
“Hari ini kita tidak terpaku pada pembelajaran di classroom, kemudian di lapangan pada saat kita melakukan aktivitas olahraga, tetapi juga terhadap hal-hal yang kita tonton. Ketika itu terkait dengan kecabangan kita, seharusnya apabila kita memiliki passion sebagai pelaku pada olahraga tersebut, semua informasi, semua tayangan, itu menjadi atensi untuk dianalisa,” katanya.
Agus menegaskan, banyak aspek penting yang bisa dipelajari dari pertandingan kelas dunia, mulai dari taktik permainan, disiplin pemain, komunikasi tim, hingga cara wasit mengambil keputusan dalam situasi krusial.
Meski mengakui kualitas pertandingan Piala Dunia jauh berbeda dengan kompetisi daerah maupun nasional, Agus menilai pengalaman menonton dan menganalisa pertandingan elite tetap penting untuk membuka wawasan sepak bola khususnya di NTB.
Ia pun mendorong seluruh elemen sepak bola untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengikuti perkembangan sepak bola modern. Menurutnya, pemain, pelatih, dan wasit harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan meng-upgrade kemampuan sesuai bidang masing-masing.
“Tayangan-tayangan itu pasti akan memberikan dampak positif sepanjang memang kita melakukan analisa yang baik, kemudian melakukan atau mendapatkan pemahaman yang baik dalam suatu pertandingan,” ucap Agus.
Momentum Piala Dunia pun diharapkan tidak hanya menghadirkan semangat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan sarana pembelajaran demi kemajuan olahraga sepak bola di NTB atau secara umum di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....