Lebih dari 2.500 Orang Berebut Jadi Volunteer MotoGP Mandalika 2026

  • 28 Agt 2026 12:31 WIB
  •  Mataram

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Minat masyarakat untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 membludak. Hingga lima hari sejak pendaftaran dibuka, sekitar 2.500 orang telah mendaftarkan diri sebagai volunteer.

Antusiasme paling tinggi terlihat pada hari pertama pendaftaran. Saat itu, sekitar 1.100 orang langsung mendaftar untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan ajang balap motor dunia tersebut.

Human Capital & General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi mengatakan, pendaftaran volunteer dibuka sejak 24 Agustus dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Menurut Nurjanah, tingginya minat masyarakat tahun ini terutama datang dari warga di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika. Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni sekitar 60 persen dari total pelamar.

"Mayoritas memang di desa penyangga. Di data kami, kabupaten paling tinggi memang di Lombok Tengah, sebesar 60 persen," kata Nurjanah Jumat 28 Agustus 2026.

Ia mengatakan, antusiasme tersebut menunjukkan besarnya keinginan masyarakat lokal untuk terlibat dalam ajang internasional yang digelar di daerah mereka.

Selain dari Lombok Tengah dan wilayah sekitar sirkuit, pendaftar juga berasal dari luar NTB. Sejumlah pelamar tercatat datang dari Bali hingga Semarang.

Meski demikian, MGPA tetap memprioritaskan masyarakat sekitar Sirkuit Mandalika dan warga NTB dalam proses rekrutmen.

Tahun ini, kebutuhan volunteer mencakup sejumlah bidang. Di antaranya cleaning service, task management, kontrol, keamanan, hospitality, dan ticketing.

Setelah mendaftar, calon volunteer akan mengikuti proses wawancara dan seleksi. MGPA akan mempertimbangkan pengalaman, kemampuan, serta kesesuaian calon dengan kualifikasi pada posisi yang dipilih.

Kemampuan dalam memberikan pelayanan juga menjadi salah satu perhatian dalam seleksi. Nurjanah mengatakan, seluruh volunteer dituntut memiliki pemahaman dasar mengenai hospitality karena akan berinteraksi langsung dengan penonton dan tamu selama MotoGP berlangsung.

"Semua volunteer wajib mempunyai ilmu hospitality, yaitu harus senyum, sapa, ramah, rapi," ujarnya.

Tingginya minat tersebut bahkan sempat membuat proses pendaftaran dan wawancara pada hari pertama dipadati calon volunteer. Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan, jumlah calon volunteer yang hadir pada hari pertama hampir tiga kali lipat dibandingkan jumlah peserta pada hari pertama pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta pada hari pertama berada di kisaran 400 orang. Sementara tahun ini jumlahnya mencapai sekitar 1.100 orang.

Lonjakan tersebut menyebabkan antrean dan kepadatan di sejumlah titik serta memengaruhi pengaturan alur peserta selama proses wawancara.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami langsung melakukan evaluasi dan penyesuaian sejak hari kedua pelaksanaan untuk memperbaiki kondisi di lapangan," kata Ananda.

MGPA kemudian melakukan sejumlah penyesuaian. Pengaturan alur antrean diperbaiki, holding room disiapkan bagi peserta yang menunggu wawancara, dan air minum disediakan untuk mendukung kenyamanan peserta.

Proses wawancara akan terus berlangsung hingga 31 Agustus 2026. MGPA juga melakukan koordinasi di lapangan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan lebih terstruktur dan tertib.

Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Warokka mengatakan, tingginya minat masyarakat menjadi volunteer menunjukkan adanya ruang yang besar bagi warga lokal untuk terlibat dalam penyelenggaraan event internasional.

Menurut dia, ribuan volunteer nantinya menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan MotoGP yang membantu berbagai kebutuhan operasional selama event berlangsung.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan hanya menghadirkan kompetisi balap kelas dunia di Mandalika, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat NTB untuk menjadi bagian langsung dari penyelenggaraannya," ujar Troy.

Ia berharap keterlibatan masyarakat tidak hanya memberikan pengalaman selama MotoGP berlangsung, tetapi juga menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi mereka ke depan.

Keterlibatan tersebut juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap penyelenggaraan event internasional yang berlangsung di daerah mereka.

Untuk memperluas informasi mengenai kesempatan menjadi volunteer, sosialisasi rekrutmen dilakukan di 23 desa di sekitar Sirkuit Mandalika. Sosialisasi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa.

Volunteer yang terpilih nantinya mendapatkan honor bantuan harian, konsumsi, dan sertifikat. Mereka juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian selama masa penugasan.

Salah seorang pendaftar, Dian Sinarti, menjadi salah satu warga yang tertarik memanfaatkan kesempatan tersebut. Perempuan asal Desa Kawo Kecamatan Pujut itu mendaftar untuk posisi cleaning service.

Dian mengatakan, dirinya tertarik mengikuti rekrutmen karena ingin mendapatkan pengalaman terlibat dalam ajang olahraga internasional. Informasi mengenai pendaftaran diperolehnya dari warga sekitar.

"Saya berpartisipasi dalam ajang yang bergengsi ini, soalnya saya belum pernah ikut," kata Dian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....