Merchandise Resmi MotoGP Mandalika 2026 Gandeng Produk Lokal NTB
- 22 Agt 2026 13:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Produk kreatif lokal Nusa Tenggara Barat mendapat ruang lebih luas dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) NTB ditunjuk sebagai mitra penyedia official merchandise MotoGP Mandalika bersama pelaku usaha kreatif lokal.
Ketua DPW GEKRAFS NTB Yeyen Seprian Rahman mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penjualan merchandise selama MotoGP. Menurut dia, ajang internasional di Mandalika harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat NTB.
“Visi kita sama dengan MGPA, bagaimana event-event skala internasional ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan Provinsi NTB secara keseluruhan,” kata Yeyen usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara GEKRAFS NTB dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Sirkuit Mandalika, Sabtu 22 Agustus 2026.
Tahun ini, sekitar tujuh produk lokal telah mendapat persetujuan MGPA dan Dorna untuk dipasarkan sebagai merchandise resmi. Produk tersebut antara lain T-shirt, polo shirt, sapuk atau ikat kepala khas Sasak, kerajinan rotan, gantungan kunci, serta sejumlah produk kreatif lainnya.
Sapuk yang diproduksi pelaku kreatif NTB, misalnya, menggabungkan identitas budaya Sasak dengan motif yang berkaitan dengan Sirkuit Mandalika. Adapun semua merchandise lokal tersebut nantinya dipasarkan melalui official store di kawasan sirkuit dan kanal daring yang disiapkan MGPA.
Yeyen mengatakan, tidak semua produk dapat langsung masuk sebagai merchandise resmi MotoGP. Setiap produk harus melewati proses kurasi, termasuk desain dan kualitas, sebelum mendapat persetujuan MGPA dan Dorna.
“Yang melakukan kurasi adalah Dorna dan MGPA, termasuk persetujuan desainnya,” ujarnya.
Menurut Yeyen, standar tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku ekonomi kreatif NTB. Sebab, merchandise MotoGP tidak hanya ditujukan untuk pasar lokal, tetapi juga berpotensi dikenal penonton dari berbagai negara.
Ia mengatakan sebagian bahan baku, seperti kain, masih didatangkan dari luar NTB. Namun, proses produksi seperti menjahit, mencetak, menyablon hingga pengerjaan kerajinan dilakukan oleh pelaku usaha di NTB.
“Paling tidak brand NTB bisa muncul dalam skala internasional. Ini juga bisa memunculkan kepercayaan diri bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya,” kata Yeyen.
Meski jumlah produk yang dikurasi masih terbatas, proses produksinya melibatkan sejumlah pelaku usaha, seperti penjahit, penyablon dan perajin.
Ia berharap keterlibatan pelaku ekonomi kreatif lokal dapat diperluas pada kerja sama berikutnya. Namun, peningkatan kapasitas produksi masih menjadi tantangan, terutama dari sisi pembiayaan.
“Ini bukan hanya soal kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan pembiayaan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya MGPA dan GEKRAFS, tetapi juga pemerintah dan perbankan dan tentu kerja sama GEKRAFS NTB dan MGPA berlaku selama 12 bulan," ujarnya.
"Bagi kami, keterlibatan dalam penyediaan merchandise resmi tersebut menjadi kesempatan untuk membawa produk dan identitas lokal NTB ke panggung internasional, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan kehadiran produk lokal menjadi bagian dari upaya agar penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.
Ia optimistis meningkatnya jumlah penonton MotoGP Mandalika akan berbanding lurus dengan peluang ekonomi bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Dengan banyaknya penonton, tentu dampaknya juga akan dirasakan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” ujar Ananda.
MGPA juga membuka peluang mempromosikan merchandise lokal melalui berbagai agenda yang melibatkan pembalap. Salah satunya dengan mendorong pembalap MotoGP dan Moto2 mengenakan produk lokal dalam kegiatan tertentu. Namun, penggunaan merchandise tersebut tetap harus melalui persetujuan Dorna.
Selain itu, MGPA juga tengah menjajaki kemungkinan produk merchandise lokal dipaketkan dengan tiket MotoGP atau sistem bundling.
“Untuk sementara memang ada arah ke sana. Nanti akan kami bicarakan lebih lanjut,” kata Ananda.
Sementara itu, untuk MotoGP Mandalika 2026, MGPA menargetkan sekitar 150.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Hingga saat ini, penjualan tiket disebut telah mencapai sekitar 30 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....