Di Balik Ketatnya Persaingan MRS 2026, MGPA Utamakan Faktor Safety Pembalap

  • 22 Jun 2026 07:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan aspek keselamatan atau safety menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran kedua di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan MRS merupakan ajang pembinaan berjenjang bagi pembalap nasional yang dipersiapkan menuju level internasional. Karena itu, selain mendorong peningkatan prestasi, penerapan standar keselamatan bagi para pembalap juga menjadi perhatian utama.

“MRS adalah event unggulan Mandalika dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) karena menjadi ajang penjenjangan pembalap nasional menuju tingkat dunia. Kami akan terus mendukung penuh event ini, tetapi yang paling saya perhatikan adalah masalah safety,” ujar Ananda di sela penyelenggaraan MRS 2026 putaran kedua, Minggu 21 Juni 2026.

Menurutnya, kesadaran dan pemahaman pembalap terhadap keselamatan balap terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut terlihat dari cara para pembalap, khususnya di kelas usia muda, semakin memahami pentingnya perlengkapan keselamatan dan prosedur balap yang aman.

Ananda menilai perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk mencetak pembalap berkualitas yang mampu bersaing di level lebih tinggi, mulai dari Moto3 hingga MotoGP.

“Pembalap tahun ini sudah jauh lebih baik dalam hal pengetahuan keselamatan. Safety harus menjadi nomor satu. Prestasi penting, tetapi keselamatan tetap yang utama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pembalap muda agar tidak hanya fokus pada kemampuan di lintasan, tetapi juga menjaga kondisi fisik melalui pola makan dan asupan gizi yang baik.

“Kalau soal keberanian, hampir semua pembalap punya. Tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga kebugaran dan gizi. Itu menjadi fondasi agar mereka bisa berkembang menjadi atlet profesional,” ujarnya.

Ananda menambahkan, MRS harus tetap dipertahankan sebagai kompetisi nasional yang menjadi bagian dari jalur pembinaan pembalap Indonesia. Kelas usia muda, khususnya U-15, dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta masa depan.

Menurutnya, pembalap-pembalap yang saat ini berkiprah di tingkat internasional lahir melalui proses pembinaan sejak usia dini. Karena itu, keberadaan MRS harus terus diperkuat sebagai wadah pembentukan karakter, peningkatan kemampuan balap, sekaligus pengenalan budaya keselamatan di lintasan.

“MRS bukan sekadar ajang balap, tetapi bagian dari proses mencetak pembalap masa depan Indonesia. Kalau ingin memiliki lebih banyak pembalap yang tampil di level dunia, pembinaan harus dimulai sejak usia dini dengan jalur yang benar dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....