MotoGP Mandalika 2026 Bukan Sekadar Balapan, Jadi Wajah Indonesia di Mata Dunia

  • 19 Jun 2026 10:02 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika International Circuit diposisikan sebagai strategi memperkuat citra Indonesia sekaligus membangun kebanggaan nasional.
  • Ajang yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 itu dinilai telah menjelma menjadi instrumen nation branding dan nation pride melalui perpaduan olahraga, pariwisata, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia lokal.
  • MotoGP Mandalika telah menjadi salah satu panggung promosi Indonesia yang memiliki jangkauan global.
  • MotoGP Mandalika menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis olahraga atau sport tourism.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gelaran MotoGP Mandalika 2026 tidak lagi sekadar ajang balap motor dunia. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika International Circuit diposisikan sebagai strategi memperkuat citra Indonesia sekaligus membangun kebanggaan nasional.

Ajang yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 itu dinilai telah menjelma menjadi instrumen nation branding dan nation pride melalui perpaduan olahraga, pariwisata, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia lokal.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan MotoGP Mandalika telah menjadi salah satu panggung promosi Indonesia yang memiliki jangkauan global. Menurut dia, balapan tersebut mampu memperkenalkan Mandalika dan Indonesia kepada ratusan juta penonton dunia.

“MotoGP telah menjadi sarana promosi Indonesia yang efektif di tingkat global, dengan jangkauan mencapai 670 juta penonton di 200 negara,” ujar Maya saat peluncuran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menyebutkan, keberadaan MotoGP di Mandalika tidak hanya membangun citra Indonesia sebagai negara penyelenggara event kelas dunia, tetapi juga melahirkan kebanggaan baru melalui hadirnya talenta lokal yang mampu bersaing di panggung internasional.

“Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai MotoGP Mandalika menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis olahraga atau sport tourism. Menurut dia, industri olahraga global memiliki potensi ekonomi besar dan dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan nasional.

“Lebih dari sekadar balapan, MotoGP Mandalika menjadi etalase yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Indonesia kepada dunia,” kata Erick.

Ia menyebut nilai pasar sport tourism global saat ini mencapai sekitar US$625 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga US$2,7 triliun dalam beberapa tahun mendatang. Sementara industri olahraga dunia telah bernilai lebih dari US$500 miliar dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan MotoGP Mandalika telah memberikan dampak nyata terhadap ekonomi daerah. Setiap penyelenggaraan balapan dunia itu turut meningkatkan okupansi hotel, pergerakan penerbangan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, lebih dari 600 pelaku UMKM terlibat dalam setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Selain itu, ajang tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Dengan dampak ekonomi yang sangat besar, pelibatan lebih dari 600 pelaku UMKM, serta penyerapan tenaga kerja lokal, event ini menjadi berkah tidak hanya untuk NTB, tapi juga Indonesia,” ujar Indah.

Ia berharap MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat NTB, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia. “Kami ingin Mandalika menjadi milik Indonesia. Rasa memiliki untuk menyukseskan event ini tidak hanya milik masyarakat NTB, tetapi juga masyarakat Indonesia,” katanya.

Selain dampak ekonomi, MotoGP Mandalika juga mencatat perubahan besar dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Saat pertama kali digelar pada 2022, seluruh marshal yang bertugas masih didatangkan dari luar negeri.

Kini, seluruh marshal MotoGP Mandalika berasal dari masyarakat lokal. Bahkan, kemampuan mereka telah diakui hingga dipercaya bertugas di ajang balap internasional di luar negeri.

Tidak hanya marshal, Indonesia juga mulai menunjukkan taring melalui pembalap muda. Kehadiran Mario Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, mengatakan kemunculan pembalap muda tersebut menjadi pemicu meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap dunia otomotif nasional. “Selain Mario Aji dan Veda Ega Pratama, Indonesia memiliki sejumlah pembalap muda lain yang berpotensi mengikuti jejak mereka menuju level dunia,” ujarnya.

Menurut Moreno, keberadaan MotoGP Mandalika turut menggerakkan industri otomotif, komunitas modifikasi, hingga pembinaan pembalap muda di Indonesia.

Peluncuran MotoGP Mandalika 2026 sekaligus menandai dimulainya penjualan tiket untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berharap edisi kelima MotoGP Mandalika semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....