MGPA Dorong Pembinaan Pebalap Muda lewat Formula IDN di Mandalika
- 14 Jun 2026 14:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Formula Indonesia untuk penyelenggaraan Formula IDN Racing Series di Sirkuit Mandalika. Penandatanganan kerja sama berlangsung di garasi Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu 14 Juni 2026.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem motorsport di Mandalika sekaligus membuka ruang pembinaan bagi pebalap muda Indonesia menuju jenjang balap formula yang lebih tinggi.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola mengatakan penyelenggaraan Formula IDN Racing Series merupakan bagian dari pengembangan ekosistem balap berkelanjutan di Mandalika.
“Ini adalah bagian dari ekosistem yang akan terus berjalan dan berkembang di Mandalika. Ke depan kami akan membangun banyak hal baru di Sirkuit Mandalika sehingga program-program seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.
Menurutnya, status Sirkuit Mandalika yang telah berstandar internasional menjadi modal penting untuk menghadirkan berbagai ajang balap bergengsi, termasuk Formula 4.
“Karena memang sirkuit ini sudah memiliki standar internasional di tingkat Asia, maka Formula 4 sangat layak diselenggarakan di Mandalika. Yang tidak kalah penting, kita juga harus memikirkan pembinaan atlet. Ajang ini menjadi sarana pembibitan pebalap-pebalap muda Indonesia,” katanya.
Sementara itu, CEO Formula IDN Racing Series, Michael Indrajaya, menjelaskan Formula 4 merupakan jenjang balap profesional setelah gokart dan menjadi pintu masuk utama menuju karier balap formula internasional.
“Formula 4 ini adalah tahap awal setelah gokart. Usia pesertanya mulai dari 14 hingga 15 tahun. Di beberapa negara bahkan ada pembalap yang tetap berlaga hingga usia 60 tahun karena balapan formula memiliki prestise dan kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Michael menjelaskan, format kompetisi yang diterapkan akan dibuat menarik dengan sistem kualifikasi dan tiga balapan dalam satu seri.
“Dalam satu putaran akan ada sesi kualifikasi, race pertama, kemudian race kedua menggunakan sistem reverse grid, di mana posisi lima pembalap terdepan dibalik. Race ketiga ditentukan dari catatan waktu kualifikasi terbaik kedua. Jadi formatnya cukup seru dan kompetitif,” jelasnya.
Meski masih berstatus kejuaraan nasional non-kejurnas, ajang ini dipastikan terbuka bagi peserta mancanegara.
“Yang sudah memastikan ikut saat ini ada delapan pembalap dan saya optimistis akan bertambah menjadi 10 peserta pada seri bulan Agustus nanti. Kami juga menyiapkan 10 mobil balap Formula 4,” ujarnya.
Ia mengungkapkan minat peserta dari luar negeri cukup tinggi. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu tim internasional.
“Ada kemungkinan besar pembalap luar negeri ikut serta. Dalam waktu dekat kami akan menandatangani kontrak dengan tim dari luar negeri, namun untuk saat ini belum bisa kami ungkapkan,” ujarnya.
Michael menambahkan, Formula 4 menjadi jembatan penting bagi pebalap muda sebelum naik ke kelas yang lebih tinggi seperti Formula 3 maupun GT Cars.
“Anak-anak usia 15 hingga 16 tahun belum bisa langsung masuk ke kelas GT Cars. Karena itu Formula 4 menjadi tahapan pembelajaran yang sangat penting sebelum mereka melangkah ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dari sisi performa kendaraan, Formula 4 merupakan kategori entry level untuk mobil balap open wheeler yang dirancang khusus bagi pembalap muda.
“Meski kapasitas mesinnya lebih kecil, Formula 4 adalah gerbang awal menuju dunia balap formula profesional. Di Mandalika, mobil ini mampu mencapai kecepatan hingga 227 kilometer per jam,” ujar Michael.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....