Audya Anjani Dominan di Shakedown, “Juara Awal” Kartini Race Mandalika 2026

  • 02 Mei 2026 19:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Ajang Krida Agya Kartini Race 2026 langsung menghadirkan aroma persaingan sejak sesi awal. Pada sesi shakedown yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, pembalap Audya Anjani tampil paling dominan dan mengirim sinyal kuat sebagai kandidat juara.

Dalam sesi pemanasan yang berlangsung sehari sebelum official practice, Audya mencatatkan waktu tercepat 2 menit 21,022 detik. Catatan ini menempatkannya jauh di depan para rival, bahkan unggul lebih dari 22 detik dari pesaing terdekatnya, Vivit Fariana yang berada di posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Patricia Revalina.

Dominasi Audya pada sesi shakedown ini menjadi sorotan utama, mengingat selisih waktu yang cukup signifikan menunjukkan kesiapan teknis dan adaptasi yang matang terhadap karakter lintasan Mandalika sepanjang 4,31 kilometer. Kondisi cuaca cerah dan lintasan kering turut mendukung performa maksimal para pembalap, namun keunggulan Audya tetap terlihat mencolok dibandingkan peserta lainnya.

Krida Agya Kartini Race 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian event balap yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di kawasan The Mandalika, sekaligus mendukung gelaran GT World Challenge Asia. Ajang ini secara khusus menghadirkan pembalap wanita Indonesia sebagai bentuk sinergi antara dunia motorsport, pemberdayaan perempuan, dan promosi pariwisata.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria menjelaskan bahwa balapan ini merupakan kolaborasi dengan Ikatan Motor Indonesia melalui divisi Women in Motorsport.

“Ini balap mobil di lintasan sirkuit oleh wanita saja. Kita bekerja sama dengan IMI, khususnya Women in Motorsport. Tahun ini kita manfaatkan momentum dengan menghadirkan Krida Agya Kartini Race,” ujarnya Sabtu 2 Mei 2026.

Ia juga menambahkan bahwa keunikan ajang ini tidak hanya pada pembalapnya, tetapi juga pada tampilan mobil yang mengusung livery destinasi wisata Indonesia, mulai dari The Mandalika, Golo Mori, hingga Candi Borobudur dan Prambanan.

Meski pada sesi berikutnya posisi berubah saat official practice, dominasi Audya Anjani di shakedown tetap menjadi “penanda awal” peta persaingan. Performa impresif tersebut menegaskan bahwa persaingan menuju balapan utama tidak hanya ketat, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang mampu menjaga konsistensi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....