Perempuan Indonesia di Lintasan Balap

  • 09 Apr 2026 11:18 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Mandalika Kartini Race 2026
  • Perempuan Indonesia di Lintasan Balap
  • Apa itu Mandalika Kartini Race 2026?
  • Women in Motorsport

RRI.CO.ID, Mandalika - Gelaran Mandalika Festival of Speed 2026 pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menghadirkan balapan kelas dunia GT World Challenge Asia, tetapi juga mencatat sejarah baru melalui penyelenggaraan Mandalika Kartini Race 2026, ajang balap khusus perempuan pertama dalam rangkaian event tersebut.

Event ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini, sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Kartini dan International Women’s Day.

Mandalika Kartini Race 2026 dirancang sebagai simbol kebangkitan peran perempuan Indonesia di dunia motorsport, dengan menggabungkan unsur olahraga, pemberdayaan perempuan, serta promosi pariwisata nasional.

Ajang ini merupakan balapan one-make race yang menggunakan mobil Toyota Agya dengan spesifikasi seragam. Dengan format tersebut, kemenangan ditentukan oleh kemampuan teknis, strategi, dan konsistensi para pembalap di lintasan.

Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesetaraan gender di dunia otomotif, yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki. Selain itu, ajang ini juga diharapkan membuka ruang bagi perempuan Indonesia untuk berkarier di dunia balap secara profesional.

Mandalika Kartini Race 2026 turut mendukung program Women in Motorsport yang diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan sekaligus menciptakan regenerasi pembalap di masa depan.

Komisi Women in Motorsport IMI yang dipimpin oleh Alexandra Asmasoebrata periode 2025–2030 menjadi salah satu motor penggerak utama. Komisi ini aktif mengembangkan pembalap perempuan melalui berbagai program, termasuk edukasi dan pembinaan sejak usia dini.

“Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga upaya kami untuk mendorong lahirnya generasi baru pembalap wanita di Indonesia,” ujar Alexandra.

Keunikan lain dari ajang ini terletak pada konsep livery mobil yang mengangkat destinasi wisata unggulan Indonesia. Beberapa ikon yang akan ditampilkan antara lain Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Mini Indonesia Indah, kawasan The Nusa Dua, The Mandalika, serta Golo Mori.

Konsep ini menjadikan lintasan balap sebagai media promosi bergerak untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia kepada dunia.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyatakan bahwa ajang ini merupakan bagian dari komitmen mendukung emansipasi perempuan di dunia motorsport.

“Kami ingin menciptakan ruang kolaborasi, pembinaan, dan inspirasi agar semakin banyak talenta perempuan yang mampu bersaing dari level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Sejumlah pembalap perempuan Indonesia dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Alexandra Asmasoebrata, Alinka Hardianti, Belove Athaya, Clio Clarissa Tjonnadi, Audey, Vivit, Oatricia Revalina, dan Ine Rosdiana.

Melalui Mandalika Kartini Race 2026, Indonesia diharapkan tidak hanya menghadirkan kompetisi balap berkualitas, tetapi juga memperkuat citra sebagai negara yang mendukung kesetaraan gender, sekaligus melahirkan talenta perempuan yang mampu bersaing di kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....