Peran Pemerintah Jadi Kunci, Ekosistem Mandalika Antar Veda Ega Tembus Level Dunia

  • 29 Mar 2026 10:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Keberhasilan pembalap muda Indonesia seperti Veda Ega Pratama menembus kancah internasional tidak lepas dari peran strategis pemerintah dalam membangun ekosistem motorsport nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Salah satu fondasi utama adalah pembangunan Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sirkuit berstandar dunia yang dibangun oleh ITDC ini menjadi pusat kegiatan motorsport sekaligus wadah bagi pembalap nasional untuk mengasah kemampuan menuju level internasional.

Sejak diresmikan pada 2021, Mandalika langsung menjadi tuan rumah ajang internasional seperti World Superbike 2021 dan secara konsisten menggelar MotoGP sejak 2022 hingga 2025. Bahkan, ajang bergengsi tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, memperkuat posisi Indonesia di peta motorsport dunia.

Tak hanya infrastruktur, dukungan pemerintah juga terlihat dari sisi pembinaan dan motivasi. Momen pertemuan pembalap Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto yang difasilitasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap perkembangan talenta muda.

Dalam pertemuan tersebut, kehadiran juara dunia Marc Marquez turut memberikan motivasi langsung bagi pembalap nasional, termasuk Veda, untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi.

CEO promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra, menegaskan bahwa keberhasilan pembalap Indonesia merupakan hasil dari ekosistem yang dibangun secara kolektif, dengan pemerintah sebagai salah satu pilar utama.

Menurutnya, pemerintah berperan penting dalam penyediaan infrastruktur, dukungan event internasional, serta menciptakan exposure global yang membuka peluang bagi pembalap untuk dilirik sponsor dan tim besar.

Selain itu, ekosistem ini juga diperkuat oleh peran Ikatan Motor Indonesia sebagai regulator, penyelenggaraan kejuaraan nasional, akademi balap, dukungan pabrikan seperti Honda dan Yamaha, hingga keterlibatan sponsor.

Hasil dari sinergi ini mulai terlihat dengan lahirnya pembalap-pembalap berprestasi, seperti Veda di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga Aldi Satya Mahendra yang sukses meraih gelar juara dunia World Supersport300.

Meski demikian, Eddy Saputra menilai masih ada kesenjangan pemahaman di masyarakat terkait peran pemerintah dalam keberhasilan tersebut. Banyak yang belum melihat bahwa investasi besar seperti pembangunan sirkuit dan penyelenggaraan event internasional merupakan fondasi jangka panjang.

“Keberhasilan pembalap tidak terjadi secara instan. Ini hasil dari ekosistem yang dibangun bersama, termasuk peran besar pemerintah,” ujarnya Minggu, 29 Maret 2026.

Dengan ekosistem yang terus diperkuat, peran pemerintah diyakini akan semakin besar dalam melahirkan lebih banyak pembalap Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....