Tim Indonesia Jalani Aklimatisasi Lebih Awal jelang All England 2026

  • 27 Feb 2026 11:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, London - Tim nasional bulutangkis Indonesia memilih bertolak lebih awal ke Inggris sebagai bagian dari strategi memaksimalkan persiapan menghadapi All England 2026. Program aklimatisasi dinilai krusial untuk membantu para atlet beradaptasi dengan perbedaan waktu, suhu, serta atmosfer pertandingan sebelum turnamen bergengsi tersebut resmi bergulir pada 3–8 Maret 2026.

Dikutip dari website resmi PBSI, sebanyak 20 atlet pelatnas dijadwalkan terbang ke London melalui Istanbul pada Selasa malam. Setibanya di ibu kota Inggris pada Rabu 25 Februari 2026, rombongan akan melanjutkan perjalanan darat menuju Milton Keynes, kota yang berjarak sekitar tiga jam dari London dan akan menjadi lokasi pemusatan latihan sementara.

Program aklimatisasi yang digagas oleh PP PBSI ini mendapat respons positif dari jajaran pelatih. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk meminimalkan kendala non-teknis, terutama jetlag dan perbedaan cuaca yang cukup ekstrem antara Jakarta dan Inggris.

Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menyebut keberangkatan lebih awal memberi dampak signifikan terhadap kesiapan atlet.

Menurutnya, adaptasi terhadap suhu dingin di Inggris membutuhkan waktu. Dengan tiba lebih cepat, para pemain memiliki kesempatan menyesuaikan kondisi fisik dan ritme tidur sehingga saat memasuki pertandingan, mereka sudah berada dalam kondisi optimal.

Ia menambahkan, selama tiga hari masa aklimatisasi, program latihan akan langsung memasuki fase pra-kompetisi. Materi latihan difokuskan pada simulasi pertandingan, mengingat undian sudah dirilis dan setiap pemain telah mengetahui calon lawannya.

“Menu latihannya sudah mengarah ke pra-kompetisi, jadi banyak game dan simulasi situasi pertandingan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan pelatih tunggal putra, Indra Widjaja. Ia menilai mini training camp di Inggris bukan hanya membantu penyesuaian waktu, tetapi juga mempercepat proses pemulihan setelah perjalanan panjang lintas benua.

Indra juga menaruh perhatian khusus pada Alwi Farhan yang akan menjalani debutnya di ajang All England. Ia menilai pengalaman bertanding di turnamen tertua dan paling prestisius dalam kalender bulutangkis dunia itu akan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental atlet muda.

Menurut Indra, reputasi All England sebagai turnamen dengan atmosfer besar dan tekanan tinggi harus dijadikan motivasi, bukan beban. Ia menekankan bahwa setiap pengalaman di level elite akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan karier Alwi ke depan.

Dari total 20 atlet pelatnas yang diproyeksikan tampil di All England 2026, hanya pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi yang tidak mengikuti program aklimatisasi di Inggris. Keduanya saat ini tengah berlaga di turnamen German Open sebagai bagian dari rangkaian tur Eropa.

Dengan persiapan yang lebih matang melalui program adaptasi ini, tim Indonesia berharap mampu tampil maksimal dan menjaga tradisi prestasi di turnamen bergengsi tersebut. All England bukan hanya soal gelar, tetapi juga ajang pembuktian konsistensi di level tertinggi bulutangkis dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....