Federasi Nasional Pordasi Pacu Dompu Siapkan Atlet Menuju PON

  • 08 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Federasi Nasional Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesi (FN Pordasi) Pacu Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai mempersiapkan atlet dan kuda pacu untuk menghadapi ajang olahraga tingkat nasional, termasuk Pra-PON dan PON.

Ketua FN Pordasi Pacu Kabupaten Dompu, Dediansyah, mengatakan pembinaan ke depan tidak hanya berfokus pada kuda yang menggunakan pelana, tetapi juga nomor tanpa pelana.

Menurutnya, nomor tersebut memiliki peluang besar bagi Dompu karena berkaitan erat dengan tradisi berkuda yang telah berkembang di tengah masyarakat.

“Informasi yang kami dapat, dari pusat sampai daerah, akan ada cabang olahraga kuda yang tidak memakai pelana (tradisional).Tugas kami membina atlet dan mempersiapkan mereka menuju Pra-PON maupun PON,” katanya, Selasa, 8 September 2026.

Untuk menjaring bibit potensial, FN Pordasi Pacu Dompu berencana menggelar event pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana melihat kemampuan kuda sekaligus penunggang yang berpotensi dibina menghadapi kompetisi nasional.

Dediansyah optimistis Dompu mampu merebut medali emas, pada PON 2028, yang NTB dan NTT menjadi tuan rumah bersama.

Optimisme itu didukung potensi kuda lokal serta kemampuan joki yang dinilai telah memiliki pengalaman dalam tradisi pacuan kuda.

“Kuda-kuda Dompu luar biasa, begitu juga jokinya, terutama nomor tanpa pelana yang memang menjadi kebiasaan tradisional kita,” ujarnya.

FN Pordasi Pacu merupakan federasi yang membidangi olahraga pacuan kuda di bawah struktur Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI).

Dalam perkembangan organisasi, Pengurus Pusat PORDASI berubah menjadi konfederasi yang menaungi empat federasi nasional, yakni pacu, equestrian, polo, serta berkuda memanah.

Di tingkat daerah, FN Pordasi Pacu memiliki tugas membina atlet dan mengembangkan kompetisi pacuan kuda dengan standar olahraga nasional.

Keberadaan organisasi ini juga diharapkan tidak hanya berdampak pada prestasi. Pengembangan olahraga pacu dapat mendorong peternakan kuda lokal serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam setiap event.

Bagi Dompu, pembinaan tersebut menjadi peluang untuk mengubah tradisi berkuda yang selama ini hidup di masyarakat menjadi kekuatan olahraga prestasi.

Dengan pembinaan atlet, peningkatan kualitas kuda, serta kompetisi yang berkelanjutan, FN Pordasi Pacu Dompu menargetkan lahirnya atlet yang mampu membawa nama daerah hingga tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....