Panitia Sediakan Dua Podium untuk Peserta 10K
- 18 Agt 2026 10:00 WIB
- Mataram
RRI.Co.ID, Dompu — Panitia Tambora Jungle Run 2026 memecah kategori Savana Trail 10 kilometer menjadi dua kelompok, yakni kategori umum dan kategori khusus TNI-Polri. Kebijakan tersebut diambil karena jumlah pendaftar kategori 10 K didominasi anggota TNI-Polri, terutama dari unsur Brimob dan Brigif TP.
Ketua Panitia Tambora Jungle Run 2026, Abdul Basit, mengatakan pemisahan kategori dilakukan agar peserta umum memiliki kesempatan berkompetisi secara lebih adil dengan sesama peserta umum.
Menurutnya, anggota TNI-Polri memiliki pengalaman medan dan kesiapan fisik yang relatif lebih baik karena terbiasa menjalani latihan maupun aktivitas yang membutuhkan ketahanan fisik.
“Pemisahan ini agar peserta umum dapat bersaing bebas dengan peserta umum lainnya dan tidak bersaing dengan anggota TNI-Polri yang memang sudah memiliki pengalaman medan dan fisik lebih memadai,” kata Abdul Basit, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dengan pembagian tersebut, panitia akan menyediakan dua podium untuk kategori 10 K. Satu podium diperuntukkan bagi peserta umum, sementara satu podium lainnya khusus peserta dari unsur TNI-Polri.
Pembagian kategori ini sekaligus menjadi upaya panitia menjaga kompetisi tetap menarik dan memberikan ruang prestasi bagi peserta umum maupun peserta dari kalangan aparat.
Berdasarkan data pendaftaran hingga 17 Agustus 2026, kategori 5 K Fun Trail telah diikuti sebanyak 122 peserta.
Sementara kategori Savana Trail 10 K mencatat jumlah pendaftar paling banyak, yakni 242 peserta, termasuk peserta dari unsur TNI-Polri.
Sedangkan kategori utama Sea to Summit 40 K telah mencatat sebanyak 24 peserta yang terdaftar.
“Sebetulnya, banyak yang mendaftar katagori ini, namun kami memberlakukan syarat yang ketat,” katanya.
Abdul Basit optimistis target peserta Tambora Jungle Run 2026 tetap dapat tercapai. Sebab, masih terdapat calon peserta yang telah melakukan pendaftaran tetapi belum menyelesaikan proses pembayaran.
Panitia menargetkan peserta Tambra Jungle Run 2026 bertajuk “Bernafas di Jantung Alam”, mencapai 500 peserta.
Selain itu, pola pendaftaran pada kegiatan serupa menunjukkan peningkatan jumlah peserta menjelang hari pelaksanaan, terutama pada H-3.
“Banyak peserta yang sudah mendaftar, tetapi belum melakukan pembayaran. Biasanya kegiatan seperti ini akan ramai pendaftar saat H-3,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian calon peserta saat ini masih menyesuaikan jadwal, sekaligus menyelesaikan berbagai persiapan administratif. Bagi peserta yang berasal dari institusi atau instansi tertentu, persiapan tersebut antara lain berkaitan dengan perjalanan, izin atasan, hingga kesiapan mental dan fisik.
Tambora Jungle Run 2026 ini tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata alam dan kawasan konservasi Taman Nasional Tambora. Disamping itu, kegiatan yang diyakini satu-satunya di Indoensaia ini, untuk memperkenalkan Sport Turism dan mengegerakan ekonomi local.
Dengan karakter lintasan yang menantang, mulai dari hutan vegetasi, padang savana hingga jalur berbatu menuju kawasan puncak Tambora, peserta dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum mengikuti perlombaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....