KONI Pusat Dorong NTB Gelar Lebih Banyak Event Nasional jelang PON 2028
- 07 Agt 2026 16:27 WIB
- Mataram
Poin Utama
- KONI Pusat mendorong NTB menggelar lebih banyak event olahraga nasional sebagai ajang uji kesiapan menuju PON XXII 2028.
- Marciano Norman optimistis NTB siap menjadi tuan rumah karena didukung venue yang terus dibenahi, akomodasi memadai, dan komitmen penuh Pemerintah Provinsi NTB.
RRI.CO.ID, Mataram – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman meminta Nusa Tenggara Barat tak hanya bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. KONI Pusat berharap NTB mulai menggelar lebih banyak kejuaraan olahraga tingkat nasional menjelang olahraga empat tahunan itu.
Rentetan kompetisi itu dinilai penting untuk menguji kesiapan venue, panitia, hingga atlet sebelum pesta olahraga terbesar di Indonesia digelar. Usulan itu disampaikan Marciano seusai bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Pendopo Gubernur, Jumat, 7 Agustus 2026.
"Saya mengharapkan akan banyak event-event olahraga nasional menjelang PON dipertandingkan di NTB ini," kata Norman di Mataram, Jum'at 7 Agustus 2026.
Ia mengaku telah meninjau sejumlah fasilitas olahraga di NTB, termasuk tempat latihan atlet angkat besi. Dari hasil peninjauan itu, ia menilai persiapan daerah menuju PON berjalan positif.
"Saya melihat beberapa venue kesiapan PON. Saya juga melihat atlet-atlet angkat besi NTB berlatih di tempat yang sangat baik," ujarnya.
Marciano memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang dinilainya serius mempersiapkan diri sebagai tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur pada PON XXII 2028.
"Saya optimistis NTB sangat siap menjadi tuan rumah PON ke-22 tahun 2028. Dukungan pemerintah daerah, khususnya Bapak Gubernur, sangat besar dalam mempersiapkan penyelenggaraan," katanya.
Menurut Marciano, KONI Pusat akan membuka komunikasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah agar penyelenggaraan PON 2028 berlangsung lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Ia juga menilai kesiapan venue cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTB pada dasarnya sudah memadai. Sejumlah fasilitas memang masih membutuhkan renovasi, namun pekerjaan itu akan dilakukan pemerintah daerah dalam dua tahun ke depan.
"GOR-nya ada. Pemerintah daerah akan melakukan renovasi sehingga nanti menjadi layak digunakan. Kalau sekarang memang masih perlu pembenahan, tetapi setelah direnovasi saya yakin akan memenuhi standar," ujarnya.
Selain venue, Marciano menilai NTB memiliki keunggulan dari sisi akomodasi. Ribuan atlet, ofisial, dan pendukung yang akan datang selama PON dinilai tidak akan mengalami kesulitan memperoleh penginapan.
"NTB tidak punya masalah akomodasi. Tempat menginap untuk atlet, ofisial, maupun pendukung sangat banyak dan memenuhi standar. Saya yakin mereka akan senang datang ke NTB sekaligus menikmati keindahan daerah ini," katanya.
Marciano menjelaskan konsep penyelenggaraan PON 2028 mengedepankan efisiensi anggaran. Pemerintah memutuskan memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah tersedia di NTB dan NTT tanpa membangun venue baru yang membutuhkan biaya besar.
Venue yang belum tersedia di dua provinsi itu akan dialihkan ke Jakarta dengan memanfaatkan fasilitas olahraga bertaraf internasional yang sudah ada.
"Pemerintah memutuskan NTB dan NTT mengoptimalkan seluruh sarana olahraga yang dimiliki. Tidak ada pembangunan baru yang menghabiskan anggaran besar. Cabang yang tidak memungkinkan digelar di sini akan dipindahkan ke Jakarta," ujarnya.
Ia menambahkan, PON 2028 tidak hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet menuju panggung internasional. Menurut dia, atlet-atlet terbaik yang lahir dari PON di NTB dan NTT diharapkan menjadi tulang punggung Indonesia pada Olimpiade Brisbane 2032.
"Juara-juara PON di NTB dan NTT saya harapkan menjadi wakil Indonesia di Olimpiade 2032 di Brisbane," kata Marciano.
Dalam kesempatan itu, ia juga memastikan struktur kepanitiaan besar PON telah ditetapkan. Gubernur NTB akan memimpin Panitia Besar PON di wilayah NTB, sedangkan Gubernur NTT memimpin kepanitiaan di wilayah NTT.
Dukungan penuh dari KONI Pusat, kata Marciano, akan terus diberikan agar penyelenggaraan PON XXII berjalan sukses sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....