Sembalun Bakal Jadi Lokasi World Field Archery 2027, Gubernur Undang Atlet Dunia
- 04 Agt 2026 07:01 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB mengajak atlet dunia kembali ke Lombok pada Indonesia World Field Archery 2027 yang direncanakan digelar di Sembalun.
- Kejuaraan yang diikuti 70 atlet dari 10 negara ini menjadi ajang memperkuat promosi sport tourism dan pariwisata NTB di tingkat internasional.
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengundang para atlet mancanegara untuk kembali mengikuti Indonesia World Field Archery 2027 yang diusulkan berlangsung di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Rencana itu disampaikan saat menutup Indonesia World Field Archery 2026 di Azura Sky, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Iqbal, penyelenggaraan di Sembalun akan menghadirkan pengalaman baru setelah tiga tahun berturut-turut kejuaraan digelar di kawasan pesisir Pulau Lombok. Pemerintah Provinsi NTB juga ingin terus memperluas pengembangan sport tourism melalui berbagai ajang olahraga internasional.
"Di kepulauan ini kami tidak mengenal istilah orang asing. Siapa pun yang datang ke pulau kami adalah bagian dari keluarga besar kami," kata Iqbal.
Ia menegaskan Indonesia World Field Archery bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah mempererat persahabatan antarbangsa. Menurut dia, seluruh peserta merupakan pemenang karena telah membangun hubungan baik melalui olahraga.
Sebanyak 70 atlet dari 10 negara mengikuti Indonesia World Field Archery 2026 yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Para peserta berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Spanyol, Ukraina, Yordania, China, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Kejuaraan mempertandingkan empat nomor, yakni Traditional Bow, Barebow, Recurve, dan Compound Bow, dengan total hadiah Rp80 juta. Juara pertama di setiap kategori menerima Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Project Director Indonesia World Field Archery, Tibo Aumbara, mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi panahan, tetapi juga sarana memperkenalkan destinasi wisata Lombok kepada komunitas panahan dunia. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB, sponsor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.
Sejumlah atlet mengaku terkesan dengan pengalaman bertanding di Gili Trawangan. Carlos dari Spanyol menyebut pulau tersebut memiliki panorama yang indah dengan masyarakat yang ramah. Sementara Danish dari Malaysia menilai lintasan panahan dengan target terapung di atas laut menghadirkan tantangan berbeda karena pengaruh angin dan ombak terhadap arah anak panah.
Peserta asal Bali, Cindy, juga mengaku menikmati suasana Gili Trawangan yang bebas kendaraan bermotor. Menurutnya, kondisi itu memberikan pengalaman yang berbeda dibanding sejumlah destinasi wisata pantai lainnya di Indonesia.
Selama tiga tahun penyelenggaraannya, Indonesia World Field Archery selalu berpindah lokasi di Pulau Lombok, mulai dari Sekotong, Selong Belanak, hingga Gili Trawangan. Jika rencana penyelenggaraan di Sembalun terealisasi pada 2027, kejuaraan ini akan menghadirkan arena berlatar pegunungan sekaligus memperkuat promosi NTB sebagai destinasi sport tourism internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....