Meski Minim Fasilitas, Tarung Derajat Dompu Mampu Lahirkan Atlet Berperstasi

  • 28 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah penghasil atlet olahraga full body contact di NTB. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, tiga cabang olahraga tarung menjadi penyumbang terbesar medali emas bagi kontingen Dompu, yakni Tarung Derajat, Muaythai, dan Tinju.

Cabang olahraga Tarung Derajat tampil sebagai penyumbang emas terbanyak dengan raihan lima medali emas, disusul Muaythai dengan empat medali emas, serta Tinju yang menyumbangkan tiga medali emas.

Prestasi Tarung Derajat semakin sempurna setelah kontingen Dompu menutup pertandingan dengan koleksi lima medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu, sekaligus mengantarkan Kabupaten Dompu meraih Juara Umum pada cabang olahraga tersebut.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Kabupaten Dompu, Abdul Khair, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa Dompu memiliki tradisi kuat dalam melahirkan atlet-atlet olahraga bela diri, khususnya cabang olahraga full body contact.

"Prestasi ini membuktikan bahwa Kabupaten Dompu sudah teruji dalam cabang olahraga full body contact. Hasil yang diraih bukan datang secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang berlangsung secara konsisten," ujarnya, Selasa, 27 Juli 2026.

Menurut Abdul Khair, keterbatasan sarana latihan tidak pernah menjadi penghalang bagi atlet Tarung Derajat Dompu untuk berprestasi. Selama ini, para atlet berlatih dengan fasilitas yang sangat sederhana, bahkan memanfaatkan halaman rumah Ketua Pengcab sebagai sasana latihan.

Meski demikian, disiplin latihan yang tinggi, semangat para atlet, serta komitmen para pelatih mampu melahirkan atlet-atlet Tarung Derajat yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia menjelaskan, salah satu kekuatan utama Tarung Derajat Dompu adalah sistem regenerasi atlet yang berjalan secara berkesinambungan. Pengcab tidak pernah mengalami kekurangan atlet potensial karena proses pembinaan dilakukan sejak usia dini dan terus berlapis.

"Setiap kali kami mengirim atlet mengikuti kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional, kami sudah menyiapkan atlet berikutnya. Jadi regenerasi terus berjalan dan tidak pernah terputus," katanya.

Sistem pembinaan tersebut, lanjut Abdul Khair, menjadi kunci keberhasilan Tarung Derajat Dompu dalam mempertahankan tradisi juara dari satu kejuaraan ke kejuaraan berikutnya.

Dominasi cabang olahraga bela diri pada Porprov XII NTB 2026 juga memperlihatkan bahwa olahraga full body contact masih menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Dompu. Selain Tarung Derajat yang keluar sebagai juara umum, Muaythai dan Tinju juga tampil konsisten sebagai penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Dompu.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Dompu dan KONI untuk terus memperkuat pembinaan cabang olahraga bela diri melalui peningkatan sarana latihan, dukungan anggaran, serta pengembangan atlet usia muda, sehingga tradisi melahirkan atlet-atlet berprestasi dapat terus dipertahankan pada ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....