WAG Lakeynews Bahas Peringkat Dompu Turun, Kritik dan Dukungan Mengemuka
- 28 Jul 2026 10:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Turunnya peringkat Kabupaten Dompu dari posisi kedua pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2023 menjadi peringkat kedelapan pada Porprov XII NTB 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Di tengah munculnya kritik terhadap kinerja KONI Kabupaten Dompu, tidak sedikit pula masyarakat yang memberikan dukungan moral kepada para atlet dan mengajak semua pihak melihat hasil Porprov secara objektif.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi di Grup WhatsApp (WAG) Lakeynews yang dikutip RRI, Selasa 28 Juli 2026.
Sebagian peserta diskusi menilai hasil Porprov harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, sementara lainnya mengingatkan agar penilaian dilakukan berdasarkan data dan kondisi riil yang dihadapi kontingen Dompu.
Pengamat olahraga dan praktisi hukum, Taufik M. Nur, menilai narasi yang menyebut Dompu terpuruk pada Porprov 2026 tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, penurunan peringkat harus dilihat dalam konteks bertambahnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.
Dikatakan, Porprov 2023 mempertandingkan 35 cabang olahraga, sedangkan Porprov 2026 bertambah menjadi 51 cabang olahraga.
Penambahan 16 cabang itu terjadi sekitar setahun menjelang pelaksanaan Porprov.
"Tentu sangat sulit bagi daerah untuk membentuk kepengurusan, merekrut atlet, hingga menyiapkan sarana latihan dalam waktu yang singkat," ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun peringkat Dompu turun, capaian medali justru melampaui perolehan pada Porprov 2023. Menurutnya, sebagian besar atlet dan pelatih yang tampil pada Porprov 2026 merupakan atlet yang juga memperkuat Dompu pada Porprov sebelumnya.
Taufik juga mengingatkan agar evaluasi dilakukan secara jujur dan berbasis data yang komprehensif, bukan dibangun atas sentimen atau analisis sepihak.
"Jangan memakai narasi yang dibangun dari sebelah mata," katanya.
Informasi, lanjut Taufik harus digali dari berbagai sisi agar menghasilkan kesimpulan yang benar-benar objektif.
"Atlet Dompu tetap hebat dan patut diapresiasi," katanya.
Senada dengan itu, jurnalis Sarwono Al Khan mengajak masyarakat melihat hasil Porprov secara proporsional, dengan mengakui kelebihan sekaligus kekurangan yang ada.
"Soal hasil Porprov NTB XII 2026 yang dicapai Dompu, ada fakta-fakta yang tidak terbantahkan dan harus dilihat secara objektif," katanya.
Jurnalis Senior Dompu ini mengajak masyarakat untuk melihat kelebihan tanpa harus menjilat, melihat kekurangan tanpa harus memusuhi.
"Dengan demikian persoalan menjadi lebih jernih," ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam ruang publik, namun harus tetap dibangun dengan semangat saling menghargai demi kemajuan olahraga Dompu.
Sementara itu, tokoh masyarakat M. Amin menilai posisi Dompu di peringkat delapan merupakan realitas yang harus diterima dan dijadikan bahan refleksi bagi seluruh pihak, khususnya manajemen kontingen.
Rangking delapan, kata Amin, adalah realita yang perlu dijadikan bahan refleksi dan evaluasi, terutama bagi tim manajemen, baik Steering Committee maupun Organizing Committee.
"Hindari sikap saling menyalahkan karena hanya akan memperpanjang persoalan," katanya.
Menurut M. Amin, dari sisi kompetisi, posisi tersebut menunjukkan Dompu masih berada di bawah tujuh kabupaten/kota lain dan hanya unggul dari Kabupaten Lombok Utara serta Kabupaten Bima. Karena itu, hasil Porprov harus dijadikan momentum untuk memperbaiki pembinaan atlet, tata kelola organisasi, serta memperkuat transparansi dan dukungan terhadap olahraga prestasi.
Beragam pandangan yang berkembang menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap prestasi olahraga Kabupaten Dompu.
Di balik kritik yang disampaikan, terselip harapan agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh sehingga Dompu mampu kembali bersaing di papan atas pada ajang Porprov mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....