Atlet Dompu Kecewa, Tak Ada Penyambutan Usai Berjuang di Porprov XII NTB

  • 27 Jul 2026 14:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat 2026 pada 25 Juli 2026 menyisakan kekecewaan bagi sebagian atlet Kabupaten Dompu.

Setelah berjuang membawa nama harum Bumi Nggahi Rawi Pahu dan mempersembahkan puluhan medali, para atlet dikabarkan pulang tanpa adanya penyambutan dari Pemerintah Kabupaten Dompu maupun KONI Kabupaten Dompu.

Padahal, pada ajang tersebut kontingen Dompu berhasil membawa pulang 44 medali emas, serta sejumlah medali perak dan perunggu. Meski secara klasemen akhir turun ke peringkat delapan, capaian medali emas justru meningkat dibandingkan Porprov XI NTB 2023.

Salah seorang pelatih cabang olahraga yang meminta identitasnya disamarkan, sebut saja Zainal, mengaku kecewa dengan minimnya perhatian yang diterima para atlet sejak keberangkatan hingga kepulangan.

Bukan penyambutan denga. besar-besaran yang diharapkan. Pengurus dan atlet, cukup dikumpulkan di Pendopo, diberikan ucapan terima kasih, motivasi, atau semangat untuk menghadapi event berikutnya.

"Itu saja sudah menjadi penghargaan bagi atlet yang telah berjuang," ujarnya, Senin,27 Juli 2026.

Menurut Zainal, rasa kurangnya perhatian sudah dirasakan sejak awal pelaksanaan Porprov. Ia menyebut beberapa cabang olahraga harus berangkat ke arena pertandingan menggunakan biaya pribadi karena keterbatasan dukungan yang diterima.

Ia juga menyoroti peran bapak asuh yang ditunjuk dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, para pendamping tersebut belum menjalankan fungsi sebagai penyemangat dan pendukung bagi atlet selama bertanding.

"Bahkan ketika atlet sedang berjuang di arena, ada bapak asuh yang lebih memilih mengikuti agenda Bupati saat menyaksikan cabang olahraga lain dibanding mendampingi atlet yang menjadi tanggung jawabnya," katanya.

Selain itu, ia menilai keberadaan sejumlah pengurus KONI yang ikut dalam kontingen belum memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan atlet selama pelaksanaan Porprov.

"Tim Hore, kami menyebutnya," katanya.

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk keberangkatan personel yang tidak berkaitan langsung dengan pembinaan dan pendampingan atlet seharusnya dapat dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan atlet dan pelatih.

Kekecewaan para atlet semakin bertambah setelah tiba kembali di Dompu tanpa adanya agenda penyambutan. Padahal, pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya, atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah mendapat apresiasi melalui acara penyambutan, meski sederhana.

Para atlet dan pelatih menegaskan bahwa yang mereka harapkan bukanlah seremoni yang mewah, melainkan bentuk penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama Kabupaten Dompu di tingkat provinsi.

Di sisi lain, para atlet juga berharap pemerintah daerah tetap merealisasikan bonus yang telah dijanjikan, yakni Rp20 juta bagi peraih medali emas.

Mereka khawatir penghargaan tersebut hanya menjadi janji tanpa kepastian realisasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Dompu maupun KONI Kabupaten Dompu terkait tidak adanya penyambutan bagi kontingen Porprov XII NTB 2026 maupun kepastian pencairan bonus atlet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....