SMAN 3 Mataram Perkuat Pembinaan Atlet usai Raih Prestasi di PORPROV

  • 22 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Deretan prestasi yang diraih peserta didik SMA Negeri 3 Mataram pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026 menjadi pemantik semangat sekolah untuk memperkuat pembinaan atlet. Capaian tersebut dinilai bukan sebagai akhir dari sebuah kompetisi, melainkan pijakan untuk menyiapkan generasi atlet berikutnya.

Pada ajang PORPROV NTB, siswa SMAN 3 Mataram berhasil menorehkan prestasi di sejumlah cabang olahraga. Di antaranya meraih medali emas cabang balap sepeda, juara umum cabang drumband, serta mencatatkan prestasi pada cabang akuatik dan bola voli indoor.

Bagi Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sekolah mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing di arena olahraga.

"Alhamdulillah ini sangat membanggakan bagi kami. Drumband berhasil menjadi juara umum, kemudian anak-anak kami juga berhasil meraih medali emas di cabang balap sepeda. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah," ungkapnya, Rabu 22 Juli 2026.

Menurut Yuspita, prestasi tersebut harus diimbangi dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, sekolah mulai menyiapkan regenerasi atlet sejak awal tahun ajaran baru melalui proses penjaringan peserta didik yang memiliki potensi di berbagai bidang olahraga.

Proses pencarian bibit atlet dilakukan langsung di setiap kelas. Bersama tim kesiswaan, sekolah akan mengidentifikasi siswa yang memiliki postur, kemampuan fisik, maupun minat untuk dibina melalui kegiatan ekstrakurikuler.

"Mulai minggu depan kami bersama tim kesiswaan akan masuk ke setiap kelas untuk mencari bibit-bibit baru. Kami ingin pembinaan dilakukan sejak awal sehingga potensi anak-anak bisa berkembang lebih maksimal," ujarnya.

Selain memperkuat proses seleksi, sekolah juga akan mengintensifkan pembinaan pada sejumlah ekstrakurikuler yang selama ini menjadi penyumbang prestasi, seperti drumband, paskibra, bola voli, dan bola basket.

Meski demikian, Yuspita mengakui pembinaan atlet masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan pelatih profesional, terutama pada cabang drumband, yang memerlukan biaya cukup besar.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tersebut sekolah memberdayakan siswa yang telah memiliki pengalaman bertanding agar ikut melatih adik kelasnya. Langkah itu dinilai efektif menjaga keberlangsungan pembinaan sekaligus menumbuhkan budaya saling berbagi ilmu di kalangan peserta didik.

"Alhamdulillah anak-anak yang sudah memiliki kemampuan bisa melatih teman-temannya. Jadi pembinaan tetap berjalan meskipun kami memiliki keterbatasan dalam menghadirkan pelatih profesional," jelasnya.

Yuspita menambahkan, keberhasilan para siswa pada PORPROV menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus membuka ruang bagi peserta didik mengembangkan bakat di bidang olahraga maupun seni. Menurutnya, prestasi tersebut juga membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan semangat berkompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....