Porprov XII 2026, Sebanyak 7 Kontingen Terjunkan Atlet di Petanque
- 20 Jul 2026 14:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pertandingan cabang olahraga (cabor) Petanque pada Pekan olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum KONI NTB, Ridwansyah, di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Senin, 20 Juli 2026. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pertandingan cabor Petanque yang diikuti para atlet dari berbagai daerah.
Sebanyak 79 Atlet dari 7 kabupaten kota bertanding untuk memperebutkan medali di 13 nomor yang dipertandingkan.
Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Nusa Tenggara Barat Mohammad Akhwan mengatakan, Porprov ke XII ini sebagai langkah awal dalam menyeleksi atlet yang akan masuk dalam Pelatda untuk PON 2028.
Menurutnya kualitas atlet Petanque dalam beberapa tahun terakhir cukup menjanjikan dan mampu bersaing dengan atlet dari provinsi lain di Indonesia.
Untuk meningkatkan kemampuan atlet, FOPI NTB juga sebelumnya telah menggelar pertandingan tingkat daerah.
"Kami melihat perkembangan atlet cukup positif, porprov kali ini sebagai wadah seleksi pertama bagi atlet yang berprestasi untuk digembleng lagi menuju pon 2028," ujar Akhwan.
Menurutnya pada PON 2028, NTB sebagai tuan rumah optimis dapat mendulang empat medali emas. Target tersebut kata Akhwan sangat realistis melihat perkembangan cabor Petanque di NTB berkembang pesat dan kemampuan atlet terus meningkat.
"KONI NTB menargetkan tiga medali emas pada PON 2028, tetapi kami optimis dapat meraih empat medali emas, kualitas atlet NTB tidak kalah dengan provinsi lain, bahkan keunggulan sebagai tuan rumah juga memberikan keuntungan bagi kita untuk mendulang medali emas," katanya optimis.
Sementara Wakil Ketua Umum KONI NTB sekaligus pembina Cabor Petanque Ridwansyah mengatakan target tiga medali emas yang ditetapkan oleh KONI NTB bukan hal mustahil yang sulit tercapai.
Selain pembinaan melalui usia dini dimana FOPI NTB juga lebih gencar mensosialisasikan olahraga Petanque bagi pelajar melalui program Petanque goes to school, kejuaraan tingkat daerah juga kerap digelar.
Porprov ke XII tahun 2026 menurut Ridwansyah sebagai ajang seleksi atlet menuju PON 2028. NTB Sebagai tuan rumah cabor Petanque menjadi cabor previlege dimana akan menjadi cabor unggulan yang akan mendulang medali emas.
"Pada PON 2028 cabor Petanque menjadi cabor previlege, cabor ini meski tidak se tenar cabor lainnya tetapi ini menjadi salah satu cabor andalan untuk mendulang medali emas, kita optimis dapat raih tiga medali emas," ucapnya.
Olahraga Petanque masih tergolong sebagai cabang olahraga baru, dengan begitu FOPI NTB terus menggencarkan olahraga ini. Selain melalui program Petanque goes to school, FOPI NTB juga menggandeng pihak ketiga untuk memasifkan lagi olahraga ini.
Terbaru FOPI NTB menggandeng Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma). Pada bulan Agustus mendatang Undikma dan FOPI NTB akan menggelar kejuaraan Petanque tingkat internasional.
Rektor Undikma Prof Dr. Basuki Widodo mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan FOPI NTB untuk menggelar turnamen Pentaque tingkat internasional dimana tiga negara yakni Perancis, Malaysia dah Brunei Darussalam telah mendaftar untuk menjadi peserta.
"Kalau tidak ada aral melintang kita akan menggelar pertandingan tingkat dunia, sudah ada tiga negara yang mendaftar yakni Perancis, Malaysia dan Brunei Darussalam, negara lain juga berniat ikut serta dan akan mengirimkan atletnya," kata Prof Basuki.
Disejumlah cabang olahraga pada Porprov ke XII ini sejumlah insiden mewarnai jalannya pertandingan bahkan berujung pada adu fisik.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi FOPI NTB dan Pembina FOPI NTB berharap pada pertandingan Petanque agar para atlet tetap menjunjung sportivitas. Meraih kemenangan merupakan suatu hal penting tetapi menjujung sportivitas.
Hadi mengingatkan kalah menang dalam pertandingan merupakan hal biasa namun tidak boleh menghalalkan segala cara agar meraih kemenangan terlebih dengan mencidrai sportivitas.
Hadi juga mengingatkan wasit untuk berlaku adil dalam setiap keputusan sehingga tidak menimbulkan konflik.
"Saya berpesan agar atlet dan jajaran wasit tetap menjunjung tinggi sportivitas, jangan sampai terjadi perkelahian atau insiden yang merusak citra olahraga, saya yakin cabor Petanque semua atlit dan wasitnya akan bertanding penuh sportivitas," ujar Hadi menutup wawancaranya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....