Banyak Atlet Berprestasi Dompu Hijrah Bela Daerah Lain, Jelang Porprov
- 07 Jul 2026 15:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Dompu justru dihadapkan pada fenomena yang mengkhawatirkan.
Sejumlah atlet terbaik yang selama ini menjadi andalan daerah memilih hijrah dan memperkuat kabupaten lain.
Ironisnya, perpindahan tersebut bukan semata-mata karena alasan prestasi, tetapi dipicu oleh minimnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet. Salah satu pemicunya adalah janji pemberian bonus bagi peraih medali pada Porprov XI yang hingga kini disebut belum sepenuhnya diterima oleh para atlet.
Kondisi itu membuat sebagian atlet kehilangan kepercayaan dan memilih menerima tawaran dari daerah lain yang dinilai lebih memberikan kepastian terhadap masa depan mereka.
Salah seorang atlet asal Dompu yang kini memperkuat daerah lain, berinisial RZ, mengaku keputusan meninggalkan daerah kelahirannya bukanlah pilihan yang mudah. Namun, demi keberlangsungan karier olahraga dan masa depan, ia harus menerima tawaran dari kabupaten lain.
Menurutnya, daerah yang kini dibelanya tidak hanya menjanjikan pekerjaan, tetapi juga telah membuktikan komitmennya dalam memberikan bonus yang layak kepada atlet-atlet berprestasi, termasuk atlet yang berasal dari Dompu.
"Bukan hanya bonus, perhatian terhadap atlet juga jauh lebih baik," ungkapnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Tak hanya berpindah membela daerah lain saat bertanding, sejumlah atlet bahkan telah memindahkan dokumen administrasi kependudukan ke daerah tujuan agar memenuhi persyaratan sebagai atlet yang dapat memperkuat kontingen kabupaten tersebut pada Porprov XII.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya belasan atlet asal Dompu telah berpindah ke berbagai kabupaten/kota di NTB. Sebagian di antaranya bahkan telah direkrut menjadi pegawai pada instansi pemerintah di daerah yang kini mereka bela.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan sekaligus jaminan masa depan bagi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah.
Selain kepastian pekerjaan, fasilitas latihan yang memadai juga menjadi daya tarik tersendiri. Atlet-atlet yang hijrah memperoleh akses terhadap sarana latihan yang lebih lengkap, tempat tinggal yang representatif, hingga dukungan pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan kebutuhan hidup yang telah terjamin, mereka dapat lebih fokus menjalani program latihan tanpa dibebani persoalan ekonomi maupun ketidakpastian masa depan.
Fenomena hengkangnya atlet-atlet potensial ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Dompu dan KONI Kabupaten Dompu.
Apabila tidak segera diantisipasi melalui kebijakan pembinaan yang lebih baik serta pemberian penghargaan yang layak kepada atlet berprestasi, bukan tidak mungkin Dompu akan terus kehilangan talenta-talenta terbaiknya.
Padahal selama ini Kabupaten Dompu dikenal sebagai salah satu lumbung atlet berprestasi di NTB, terutama dari cabang olahraga bela diri, atletik, senam, dan sejumlah cabang olahraga lainnya.
Di sisi lain, Porprov XII menjadi momentum penting untuk menjaring atlet terbaik menuju PON XXII Tahun 2028.
Kehilangan atlet-atlet potensial tentu akan berdampak terhadap peluang Dompu meraih target medali sekaligus mengurangi kontribusi daerah dalam menyuplai atlet bagi kontingen NTB pada ajang olahraga nasional tersebut.
Kini, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet menjadi sorotan. Sebab, bagi seorang atlet, prestasi bukan hanya membutuhkan semangat bertanding, tetapi juga kepastian bahwa pengorbanan mereka akan dihargai secara layak.
Jika tidak, perpindahan atlet ke daerah lain dikhawatirkan akan terus berlanjut dan menggerus kekuatan olahraga Kabupaten Dompu di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....