Api Porprov NTB XII 2026 Diambil dari Bima, Dikirab Sepeda menuju Mataram

  • 06 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Rangkaian pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026 dipastikan tampil berbeda. Panitia menghadirkan tradisi penyulutan obor yang lebih spektakuler dengan mengambil api abadi dari Gunung Sangiang, Kabupaten Bima, kemudian mengaraknya menuju Kota Mataram melalui kirab bersepeda sejauh 456 kilometer yang melintasi seluruh 10 kabupaten/kota di NTB.

Kirab bertajuk "Bentang Sumbawa Lombok 456 KM" tersebut menjadi salah satu ikon pembukaan Porprov NTB XII 2026. Selain membawa api obor sebagai simbol semangat olahraga, perjalanan itu juga menjadi sarana promosi sekaligus ajang membangkitkan partisipasi masyarakat di seluruh daerah yang dilalui.

Ritual pengambilan api dijadwalkan berlangsung di Gunung Sangiang, Kabupaten Bima. Selanjutnya, rombongan akan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Bima pada Senin, 13 Juli 2026. Api Porprov kemudian dibawa menggunakan sepeda melintasi Pulau Sumbawa, menyeberang ke Pulau Lombok, hingga tiba di Kota Mataram pada 16 Juli 2026 untuk prosesi penyulutan obor sebagai penanda dimulainya pesta olahraga terbesar di NTB tersebut.

Koordinator Kirab Api Obor Porprov NTB XII 2026, Ridwan Syah, mengatakan konsep kirab tahun ini sengaja dirancang lebih menantang sekaligus memiliki nilai simbolis yang kuat.

"Pelaksanaan kirab obor Porprov NTB edisi kali ini memang sengaja dibuat lebih menantang. Kami mengusung konsep Bentang Sumbawa Lombok 456 KM sebagai simbol semangat, persatuan, dan sportivitas yang menghubungkan seluruh wilayah NTB," ujarnya.

Ridwan Syah menjelaskan, kirab akan diikuti 26 pesepeda inti yang terdiri atas atlet balap sepeda profesional NTB dan perwakilan komunitas sepeda. Jumlah tersebut dipilih sebagai simbol tahun penyelenggaraan Porprov XII NTB 2026.

Selama perjalanan, rombongan akan melintasi seluruh 10 kabupaten/kota di NTB. Di setiap daerah, komunitas sepeda setempat akan bergabung mengawal perjalanan api obor sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Porprov NTB XII 2026.

Menurut Ridwan Syah, kirab tidak hanya berfungsi sebagai prosesi seremonial, tetapi juga menjadi media sosialisasi kepada masyarakat bahwa Porprov NTB XII akan berlangsung pada 16–25 Juli 2026.

"Kirab ini sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa mulai tanggal 16 Juli akan digelar Porprov. Tentunya kami ingin menggelorakan semangat olahraga yang akan diikuti seluruh kontingen dari 10 kabupaten/kota di NTB," katanya.

Ia berharap, kirab api obor mampu membangun antusiasme masyarakat sehingga Porprov NTB XII 2026 benar-benar menjadi pesta olahraga yang dirasakan bersama oleh seluruh warga NTB.

"Harapan kita, Porprov ini sukses. Salah satu indikator kesuksesannya adalah seluruh masyarakat di 10 kabupaten/kota menyambut Porprov ini sebagai sebuah pesta yang tidak hanya menggelorakan semangat olahraga, tetapi juga menunjukkan kesiapan kita dari sisi prestasi," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang atlet berprestasi NTB yang tergabung dalam tim inti pesepeda Kirab Api Porprov, Ridwan, menilai kirab yang melintasi seluruh kabupaten/kota menjadi cara efektif membangkitkan antusiasme masyarakat menjelang pelaksanaan Porprov.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memperkenalkan rangkaian Porprov kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan serta memberikan dukungan moral kepada para atlet yang akan bertanding membawa nama baik daerah masing-masing.

Ridwan mengatakan, sepanjang perjalanan rombongan pesepeda membawa pesan optimisme kepada atlet, pelatih, dan ofisial yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Kehadiran kirab di berbagai daerah diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga sekaligus meningkatkan motivasi seluruh kontingen sebelum bertanding.

Sebagai atlet, ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari sejarah pelaksanaan Kirab Api Porprov dengan konsep bersepeda yang untuk pertama kalinya digelar di NTB. Baginya, perjalanan tersebut mengandung filosofi bahwa setiap keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses panjang, kerja keras, dan ketekunan.

"Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berkesan bagi saya. Ini menjadi momen untuk belajar bahwa dalam setiap perjalanan dan setiap proses selalu ada tantangan yang harus dihadapi. Untuk meraih hasil terbaik memang dibutuhkan proses yang panjang. Itulah makna yang ingin kami sampaikan melalui Kirab Api Porprov ini," ujar Ridwan, salah satu atlet atletik NTB berprestasi.

Berdasarkan draf rute resmi yang dirilis, setelah bertolak dari Bima, rombongan akan bermalam di Dompu. Keesokan harinya, rombongan kirab api obor Porprov NTB harus menaklukkan rute sejauh 190 kilometer menuju Sumbawa Besar sebelum nantinya menyeberang ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Kayangan.

Setibanya di Pulau Lombok, sisa rute akan melintasi Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga beristirahat di Taman Narmada. Pada hari terakhir Kamis, 16 Juli 2026, api abadi akan diarak menuju Lombok Utara via Senggigi, lalu kembali ke Mataram melewati jalur Pusuk untuk diserahkan ke Pendopo Gubernur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....